PENILAIAN ATAS PT ADARO ANDALAN INDONESIA TBK SEBAGAI DASAR KEPUTUSAN INVESTASI
Intan Putri Dahlia, Prof. Ainun Na’im, M.B.A., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai perusahaan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (kode saham: AADI) dengan menerapkan residual income model (RIM) sebagai metode penilaian untuk menentukan apakah perusahaan berada dalam kondisi undervalued atau overvalued sehingga dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasi.
Metode penelitian – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif studi kasus pada PT Adaro Andalan Indonesia Tbk dengan penerapan Residual Income Model (RIM) dan horizon proyeksi lima tahun. Tujuannya adalah mengestimasi nilai intrinsik dalam konteks IPO 2024 menggunakan data sekunder. Penilaian didasarkan pada clean surplus relation dengan mempertimbangkan market risk premium, asumsi pertumbuhan, dan continuing value agar mencerminkan kondisi keuangan sesuai dinamika pasar.
Temuan – Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa estimasi nilai intrinsik PT AADI, yang dihitung menggunakan residual income valuation model, mencapai sekitar US$0,60 per saham (setara dengan Rp9.449). Estimasi tersebut melampaui nilai wajar sebesar Rp5.550 serta harga pasar sebesar Rp8.450, sehingga menunjukkan bahwa saham perusahaan berada dalam kondisi undervalued. Penilaian ini diperoleh dari proyeksi residual income yang didiskontokan menggunakan biaya ekuitas sebesar 16,59% yang diestimasi melalui pendekatan CAPM. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa valuasi perusahaan terutama ditentukan oleh tingkat profitabilitas, nilai buku ekuitas, serta eksposur terhadap risiko sistematis.
Batasan/Implikasi – Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada satu perusahaan pertambangan batu bara di Indonesia dengan periode pengamatan 2021–2024. Secara praktis, hasilnya diharapkan menjadi referensi bagi investor, analis, dan pemangku kepentingan dalam menilai nilai perusahaan untuk pengambilan keputusan investasi yang lebih rasional. Secara akademik, penelitian ini berkontribusi dengan memperkaya literatur terkait penerapan residual income model dalam konteks pasar modal Indonesia.
Orisinalitas – Penelitian ini mengisi kesenjangan dalam literatur sebelumnya mengenai implementasi residual income model di Indonesia, khususnya dalam konteks kinerja pasar modal. Studi ini mengadopsi kerangka analisis yang mengintegrasikan prinsip going concern dan clean surplus relation, yang belum banyak diterapkan dalam penelitian sebelumnya, serta mengkaji faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi nilai perusahaan.
Purpose – This study aims to estimate the firm value of PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (stock code: AADI) by applying the Residual Income Model (RIM) as a valuation approach to assess whether the company is undervalued or overvalued, thereby providing a robust basis for informed investment decision-making.
Methodology – This study employs a quantitative case study approach on PT Adaro Andalan Indonesia Tbk by applying the Residual Income Model (RIM) with a five-year projection horizon. It aims to estimate the firm’s intrinsic value in the context of the 2024 initial public offering (IPO) using secondary data. The valuation is based on the clean surplus relation, incorporating the market risk premium, growth assumptions, and continuing value to reflect the firm’s financial condition in line with prevailing market dynamics.
Findings – The findings of this study reveal that the estimated intrinsic value of PT AADI, as calculated using the Residual Income Valuation Model, is approximately US$0.60 per share (equivalent to IDR 9,449), which exceeds both the estimated fair value of IDR 5,550 and the prevailing market price of IDR 8,450, thereby indicating that the company’s stock is undervalued; this valuation is derived from projected residual income discounted at a cost of equity of 16.59% estimated using the Capital Asset Pricing Model (CAPM), and the results further confirm that firm valuation is primarily determined by profitability, the book value of equity, and exposure to systematic risk.
Limitations/Implications – This study is subject to limitations as it focuses on a single coal mining company in Indonesia with a limited observation period from 2021 to 2024. Practically, the findings are expected to serve as a reference for investors, analysts, and capital market stakeholders in assessing firm value to support more rational investment decisions. Academically, this study contributes to the literature by enriching the application of the Residual Income Model, particularly within the context of the Indonesian capital market.
Originality – This research fills a gap in the existing literature on the implementation of the Residual Income Model in Indonesia, particularly within the context of capital market performance. It adopts an analytical framework that integrates the principles of going concern and the clean surplus relation, which have been relatively underexplored in prior studies, while also examining key factors that potentially influence firm value.
Kata Kunci : Valuasi Saham, Nilai Intrinsik, Model Residual Income, Hipotesis Pasar Efisien, Investasi