Pembaruan Kebijakan Strategis Perusahaan pada Transformasi Digital: Kasus Perusahaan Telekomunikasi di Indonesia 2025
Raden Agung Sutanto Adi Susetyo, Prof. Ana Nadhya Abrar, M.E.S, Ph.D.; Prof. Dr. Muhadjir Darwin, M.P.A.; Prof. Dr. Achmad Djunaedi, MURP.
2026 | Disertasi | S3 STUDI KEBIJAKAN
Transformasi digital menggeser praktik kebijakan dan tata kelola organisasi di sektor telekomunikasi Indonesia. Perubahan ini menuntut organisasi untuk melakukan pembaruan kebijakan strategis agar tetap adaptif terhadap dinamika teknologi dan lingkungan bisnis. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses strategic policy renewal dalam konteks transformasi digital serta mengidentifikasi mekanisme endogen yang membentuk pembaruan kebijakan strategis pada tingkat organisasi.
Transformasi digital dalam penelitian ini dipahami melalui kerangka Determinasi Teknologi, yakni sebagai kondisi struktural yang membingkai ruang kemungkinan kebijakan tanpa sepenuhnya meniadakan agensi organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan abduktif dengan desain mixed-methods exploratory sequential. Fase kualitatif digunakan untuk memperoleh pemahaman kontekstual mengenai dinamika pembaruan kebijakan pada level pimpinan organisasi, yang kemudian diintegrasikan dengan fase kuantitatif untuk menguji konsistensi relasional antar konstruk melalui pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Integrasi kedua fase tersebut berfungsi sebagai pijakan interpretatif dalam merumuskan konstruksi teoretis.
Sintesis antara temuan empiris dan refleksi konseptual menghasilkan teori tingkat menengah bernama Panca Tama Pranata, yang menjelaskan pembaruan kebijakan strategis sebagai mekanisme endogen dalam sistem reflektif–adaptif. Teori ini mengidentifikasi lima pranata utama—visi kolektif, kapabilitas adaptif, sinergi digital–humanis, kepemimpinan transformasional, dan tata kelola kolaboratif—yang bekerja melalui siklus institutional sensing–policy adaptation–digital alignment.
Secara teoretis, penelitian ini menyediakan kerangka penjelasan sistemik mengenai pembaruan kebijakan strategis dalam konteks Determinasi Teknologi. Secara praktis, penelitian ini menawarkan rujukan konseptual bagi pemimpin organisasi dalam mengelola transformasi digital secara adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Digital transformation has become a structural technological determinant reshaping policy practices and organizational governance in Indonesia’s telecommunications sector. Under such conditions, organizations are required to undertake continuous strategic policy renewal in order to remain adaptive within increasingly technology-driven environments. This study examines how strategic policy renewal unfolds under technological determinacy and identifies the endogenous mechanisms through which organizations reconfigure their policy orientation.
Grounded in an abductive approach and employing a mixed-methods exploratory sequential design, the study integrates qualitative insights from executive leadership with quantitative assessment of relational consistency among key constructs using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Rather than advancing deterministic causal claims, the quantitative phase functions as an interpretive anchor for abductive theory construction.
The findings culminate in a middle-range theory termed Panca Tama Pranata, which conceptualizes strategic policy renewal as an endogenous process operating within a reflective–adaptive organizational system shaped by technological determinants. The theory specifies five institutional pillars—collective vision, adaptive capability, digital–human synergy, transformational leadership, and collaborative governance—working through a cyclical process of institutional sensing, policy adaptation, and digital alignment.
The study contributes a systemic explanatory framework for understanding strategic policy renewal under technological determinacy and offers conceptual guidance for leaders navigating digital transformation in complex policy environments.
Kata Kunci : Transformasi Digital, Pembaruan Kebijakan Strategis, Telekomunikasi, Panca Tama Pranata.