Identifikasi Risiko Kriminalitas Berdasarkan Karakteristik Ruang Di Kota Banda Aceh
Delia Lathifah, Dr. Eng. Ir. Muhammad Sani Roychansyah, S.T., M.Eng.
2026 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah
Perkembangan
perkotaan yang pesat di abad ke-21 membawa konsekuensi berupa meningkatnya
kompleksitas permasalahan sosial, ekonomi, dan lingkungan, salah satunya adalah
kriminalitas perkotaan. Kota Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh
mengalami pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang signifikan, yang
berimplikasi pada meningkatnya risiko tindak kriminalitas meskipun berada dalam
kerangka penerapan syariat Islam.
Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis sebaran dan tingkat risiko kriminalitas di
Kota Banda Aceh serta mengkaji keterkaitannya dengan karakteristik ruang
perkotaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deduktif
kuantitatif-kualitatif (mixed method) dengan analisis risiko
kriminalitas berbasis paradigma risiko bencana dengan komponen bahaya (hazard),
kerentanan (vulnerability), dan keterpaparan (exposure), dan
dampak (impact) yang diintegrasikan dengan analisis karakteristik fisik
ruang perkotaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kriminalitas di Kota Banda Aceh tidak terdistribusi secara acak, melainkan membentuk pola spasial yang mengikuti struktur kota dan pusat-pusat aktivitas. Kawasan dengan tingkat aksesibilitas tinggi, kepadatan bangunan tinggi, serta kontrol sosial dan pengawasan ruang yang rendah cenderung memiliki risiko kriminalitas lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan spasial dalam upaya pencegahan kriminalitas, khususnya melalui perencanaan dan penataan ruang perkotaan yang berorientasi pada peningkatan rasa aman. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan arahan penataan ruang dan strategi pengendalian risiko kriminalitas guna mewujudkan Kota Banda Aceh yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Rapid
urban development in the 21st century has resulted in increasing complexity of
social, economic, and environmental challenges, one of which is urban crime.
Banda Aceh City, as the capital of Aceh Province, has experienced significant
population growth and economic activity, which has implications for the rising
risk of criminal incidents despite the implementation of Islamic law. This
study aims to analyze the spatial distribution and levels of crime risk in
Banda Aceh City and to examine their relationship with urban spatial
characteristics.
The
research employs a deductive quantitative–qualitative (mixed-method) approach,
utilizing crime risk analysis based on a disaster risk paradigm that
incorporates hazard, vulnerability, exposure, and impact components, integrated
with an analysis of the physical characteristics of urban space.
The
results indicate that crime risk in Banda Aceh City is not randomly distributed
but instead forms spatial patterns aligned with the urban structure and centers
of activity. Areas characterized by high accessibility, high building density,
and low levels of social control and spatial surveillance tend to exhibit
higher crime risk. These findings underscore the importance of a spatial
approach to crime prevention, particularly through urban planning and spatial
design strategies oriented toward enhancing public safety. This study is
expected to provide a foundation for formulating spatial planning directives
and crime risk management strategies to create a safer and more livable urban
environment in Banda Aceh City.
Kata Kunci : Risiko Kriminallitas, Kriminalitas Perkotaan, Karakteristik Ruang, Kota Banda Aceh