Percepatan Pembangunan Kawasan Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Kampar
Ardi Mardiansyah, Dr. Agus Joko Pitoyo, MA
2026 | Disertasi | S3 STUDI KEBIJAKAN
Kemiskinan ekstrem di kawasan Suaka Margasatwa Bukit
Rimbang Bukit Baling (SM-BRBB) merupakan persoalan kebijakan yang kompleks karena berada
pada persinggungan antara konservasi lingkungan, keterisolasian geografis, dan
keterbatasan intervensi pembangunan konvensional. Penelitian ini bertujuan
menganalisis relasi sosial-ekologis penduduk dengan kawasan SM-BRBB, faktor-
faktor yang memengaruhi implementasi kebijakan penanggulangannya, serta
merumuskan model kebijakan percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrim di
kawasan SM-BRBB.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan
dukungan data kuantitatif deskriptif melalui studi kasus di Kecamatan Kampar
Kiri Hulu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif,
kuesioner persepsi masyarakat, dan studi dokumen, serta dianalisis menggunakan
model analisis interaktif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa
kemiskinan ekstrem di SM-
BRBB bersifat multidimensional dan struktural, dipengaruhi oleh ketergantungan
pada komoditas karet yang mengalami penurunan harga, keterbatasan akses layanan dasar,
pembatasan ekologis kawasan
konservasi, serta kuatnya
relasi sosial- ekologis
masyarakat adat dengan hutan.
Implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan ekstrem tidak berjalan optimal akibat fragmentasi kelembagaan, keterbatasan sumber daya, dan ketidaksesuaian desain program dengan konteks konservasi. Namun demikian, kapasitas aktor lokal, pranata adat, dan modal sosial masyarakat terbukti berperan penting dalam menjaga keberlanjutan intervensi. Berdasarkan analisis kebijakan hierarkis, penelitian ini merumuskan model percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem berbasis hybrid governance dan collaborative governance yang menekankan konservasi harus bersifat adaptif, kolaboratif, dan sensitif terhadap batasan ekologis. Model ini menempatkan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian hutan sebagai tujuan yang saling memperkuat dalam kerangka pembangunan berkelanjutan
Extreme poverty in the Suaka
Margasatwa Bukit Rimbang
Bukit Baling (SM- BRBB), a designated wildlife reserve,
constitutes a complex policy problem because it lies at the intersection of
environmental conservation, geographic isolation, and the limited
effectiveness of conventional development interventions.
This study aims to analyze the social–ecological relationships between local
communities and the SM-BRBB area, identify factors influencing the
implementation of extreme poverty alleviation policies, and formulate a policy
model to accelerate the reduction
of extreme poverty
within the SM-BRBB
context.
The study adopts
a qualitative approach, supported by descriptive quantitative data, through a case study conducted in Kampar
Kiri Hulu Subdistrict. Data were collected through in-depth interviews,
participatory observation, community perception questionnaires, and document
analysis, and were examined using an interactive analysis model. The findings indicate
that extreme poverty
in SM-BRBB is
multidimensional and structural in nature, shaped by dependence on rubber
commodities amid declining prices, limited access to basic services, ecological
restrictions associated with conservation areas,
and the strong
social–ecological ties
between Indigenous communities and forest ecosystems.
The implementation
of extreme poverty alleviation
policies has not operated optimally due to institutional
fragmentation, limited resources, and program designs that
are poorly aligned with conservation contexts. Nevertheless, the capacity of
local actors, customary institutions, and community social capital has proven
crucial in sustaining interventions. Based on a hierarchical policy analysis,
this study proposes a model for accelerating extreme poverty alleviation
grounded in hybrid governance and collaborative governance, emphasizing that
conservation must be adaptive,
collaborative, and sensitive to ecological constraints. This model positions
community welfare and forest conservation as mutually reinforcing objectives
within the framework of sustainable development.
Kata Kunci : SM-BRBB, kemiskinan ekstrim, implementasi kebijakan, collaborative governance