Determinan Status Bekerja pada Perempuan Kawin di Indonesia dengan Pendekatan Multilevel
Yulia Vertina Napitupulu, Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A.; Dr. Raden Rara Wiwik Puji Mulyani, S.Si., M.Sc.
2026 | Tesis | S2 Kependudukan
Status perkawinan pada perempuan sering kali diikuti oleh perubahan peran dan tanggung jawab dalam rumah tangga, terutama terkait pengasuhan anak dan pekerjaan domestik, yang membentuk keterlibatan perempuan kawin dalam pasar tenaga kerja. Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan karakteristik individu, tetapi juga dengan dinamika rumah tangga serta kondisi wilayah tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi ketenagakerjaan perempuan kawin di Indonesia tahun 2024 serta menganalisis determinan status bekerja pada perempuan kawin dengan memperhatikan struktur data hierarkis di mana individu bersarang dalam wilayah.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024, di samping data sekunder lain. Unit analisis yang digunakan yaitu perempuan berusia 15 tahun ke atas yang berstatus kawin dan tinggal bersama pasangan. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensia, yaitu regresi logistik biner multilevel untuk mengakomodasi variasi pada tingkat kabupaten/kota.
Hasil analisis menunjukkan bahwa status bekerja perempuan kawin dipengaruhi secara signifikan oleh faktor individu seperti usia, pendidikan dan kepemilikan sertifikat pelatihan. Selain itu, faktor pasangan dan rumah tangga seperti pendidikan suami, pendapatan suami, pekerjaan suami, jumlah anggota rumah tangga, keberadaan anak usia dini serta klasifikasi daerah tempat tinggal turut memengaruhi peluang perempuan kawin untuk bekerja. Pada tingkat wilayah, ditemukan adanya variasi spasial antar kabupaten/kota di Indonesia, di mana faktor wilayah juga berperan dalam menentukan peluang kerja perempuan kawin.
Marriage is commonly associated with increased domestic and care responsibilities for women, particularly related to childcare and housework. Married women’s labor market participation is associated not only with individual characteristics but also with household dynamics and the regional context in which they reside. This study examines the employment conditions of married women in Indonesia in 2024 and analyzes factors associated with their employment status using a hierarchical framework in which individuals are nested within regions.
This study uses secondary data from the August 2024 National Labor Force Survey (Sakernas), complemented by other relevant secondary sources. The unit of analysis consists of women aged 15 years and above who are married and living with their spouses. Descriptive analysis and multilevel binary logistic regression are employed to account for variation at the districts level.
The results indicate that married women’s employment status is significantly associated with individual-level factors such as age, education and participation in training programs. In addition, household and spousal characteristics, including husband’s education, income, and employment status, household size, the presence of young children, and urban-rural residence, are significantly associated with the likelihood of being employed. At the regional level, substantial variation across districts in Indonesia is observed, suggesting that regional characteristics are also related to differences in employment outcomes among married women.
Kata Kunci : perempuan kawin, status bekerja, regresi logistik biner multilevel