Laporkan Masalah

Analisis Pengungkapan Syariah pada Laporan Bank Syariah: Komparasi Antarnegara

Muhammad Ikhsanul Akbar, Dewi Fatmawati, S.E., M.Ec., Ph.D. ; Prof. Mahfud Sholihin, Ak., CA., CPA (Aust) M.Acc., Ph.D.

2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Perkembangan industri keuangan syariah di berbagai negara meningkatkan kebutuhan akan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip syariah. Meskipun demikian, perbedaan sistem regulasi dan mekanisme pengawasan antarnegara menyebabkan variasi dalam kualitas dan kedalaman pengungkapan kepatuhan syariah dalam laporan bank syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat pengungkapan syariah dalam laporan bank syariah di berbagai negara serta memahami bagaimana perbedaan sistem tata kelola memengaruhi transparansi pelaporan. Penelitian ini menggunakan pendekatan comparative content analysis terhadap dokumen publik berupa laporan tahunan dan laporan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Sampel penelitian terdiri dari 33 bank syariah dari beberapa negara. Pengukuran tingkat pengungkapan dilakukan menggunakan Shari’ah Disclosure Index yang terdiri dari 37 indikator. Setiap indikator diberi skor berdasarkan keberadaan informasi yang diungkapkan dalam laporan, kemudian dihitung dalam bentuk persentase untuk membandingkan tingkat pengungkapan antarbank dan antarnegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara dengan sistem tata kelola dan standar pelaporan yang lebih kuat cenderung memiliki tingkat pengungkapan syariah yang lebih tinggi. Negara seperti Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Kuwait menunjukkan tingkat transparansi yang lebih baik karena penerapan standar pelaporan yang lebih konsisten. Sementara itu, beberapa negara lain masih menunjukkan tingkat pengungkapan yang relatif lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan sistem pengawasan, standar pelaporan, dan kapasitas kelembagaan penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga keuangan syariah.

The development of the Islamic financial industry in various countries has increased the need for governance that is transparent, accountable, and compliant with Sharia principles. However, differences in regulatory systems and supervisory mechanisms across countries have resulted in variations in the quality and depth of Sharia compliance disclosure in Islamic banks’ reports. This study aims to analyze and compare the level of Sharia disclosure in Islamic bank reports across different countries and to understand how differences in governance systems influence reporting transparency. This study employed a comparative content analysis approach on publicly available documents, namely annual reports and Sharia Supervisory Board (SSB) reports. The research sample consists of 33 Islamic banks from various countries. The level of disclosure is measured using the Shari’ah Disclosure Index, which consists of 37 indicators. Each indicator is scored based on the presence of information disclosed in the reports and then calculated as a percentage to compare disclosure levels across banks and countries. The results show that countries with stronger governance systems and reporting standards tend to have higher levels of Sharia disclosure. Countries such as Malaysia, the United Arab Emirates, and Kuwait demonstrate better transparency due to the more consistent implementation of reporting standards. Meanwhile, several other countries still show relatively lower disclosure levels. These findings indicate that strengthening supervisory systems, reporting standards, and institutional capacity is essential to enhance transparency and accountability in Islamic financial institutions.

Kata Kunci : Pengungkapan Syariah, Tata Kelola Syariah, Bank Syariah, Transparansi

  1. S2-2026-525626-abstract.pdf  
  2. S2-2026-525626-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-525626-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-525626-title.pdf