Mitigasi Ketidakstabilan Bank melalui Diversifikasi: Bukti Internasional dari Risiko Iklim Fisik dan Transisi
Erfan Rachmadi, Bowo Setiyono, S.E., M.Com., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 SAINS MANAJEMEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh risiko iklim
terhadap stabilitas bank komersial di 54 negara selama periode 2011 hingga
2024. Secara khusus, penelitian ini juga menguji apakah strategi diversifikasi
bank mampu memitigasi pengaruh risiko iklim terhadap stabilitas bank. Risiko
iklim dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua dimensi utama, yaitu risiko
transisi dan risiko fisik. Sementara itu, stabilitas bank diukur menggunakan
pendekatan mikroprudensial melalui Z-score dan dekomposisi komponennya.
Risiko transisi diukur menggunakan Climate
Change Performance Index (CCPI) yang mencerminkan kinerja transisi iklim
suatu negara. Sementara itu, risiko fisik diukur menggunakan World Risk Index (WRI) yang mengukur
tingkat paparan dan kerentanan negara terhadap bencana alam dan kejadian cuaca
ekstrem. Variabel diversifikasi bank mencakup diversifikasi pinjaman,
diversifikasi aset, diversifikasi simpanan, dan diversifikasi pendapatan. Data
bank diperoleh dari basis data BankFocus, sedangkan variabel makroekonomi
diperoleh dari World Bank. Analisis empiris dilakukan menggunakan regresi data
panel dan pendekatan System Generalized
Method of Moments untuk mengatasi potensi endogenitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan risiko iklim, baik risiko transisi maupun risiko fisik, secara signifikan menurunkan stabilitas bank. Menariknya, strategi diversifikasi bank terbukti mampu memitigasi dampak negatif tersebut. Diversifikasi pinjaman, aset, simpanan, dan pendapatan berperan sebagai mekanisme penyebaran risiko yang meningkatkan ketahanan bank terhadap guncangan yang berasal dari perubahan iklim. Analisis tambahan juga menunjukkan bahwa pengaruh risiko iklim terhadap stabilitas bank bervariasi antar karakteristik sistem perbankan, seperti perbedaan antara negara maju dan negara berkembang, periode krisis Covid dan non-Covid, serta tingkat kapitalisasi bank.
Penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi kebijakan bagi regulator dan industri perbankan. Otoritas keuangan perlu mengintegrasikan risiko iklim, baik risiko fisik maupun risiko transisi, ke dalam kerangka pengawasan perbankan melalui penguatan regulasi prudensial dan pengembangan climate stress testing. Selain itu, regulator perlu mendorong bank untuk memperkuat strategi diversifikasi portofolio guna meningkatkan ketahanan terhadap guncangan yang berasal dari perubahan iklim. Integrasi manajemen risiko iklim dan kebijakan diversifikasi diharapkan dapat mendukung stabilitas sektor perbankan di tengah meningkatnya risiko perubahan iklim global.
This study aims to evaluate the
impact of climate risk on the stability of commercial banks in 54 countries
during the period 2011 to 2024. Specifically, this study also examines whether
bank diversification strategies can mitigate the impact of climate risk on bank
stability. Climate risk in this study is divided into two main dimensions,
namely transition risk and physical risk. Meanwhile, bank stability is measured
using a microprudential approach through Z-scores and component decomposition.
Transition risk is measured using
the Climate Change Performance Index (CCPI), which reflects a country's climate
transition performance. Meanwhile, physical risk is measured using the World
Risk Index (WRI), which measures a country's exposure and vulnerability to
natural disasters and extreme weather events. Bank diversification variables
include loan diversification, asset diversification, deposit diversification,
and income diversification. Bank data was obtained from the BankFocus database,
while macroeconomic variables were obtained from the World Bank. Empirical
analysis was conducted using panel data regression and the System Generalized
Method of Moments approach to address potential endogeneity.
The results of the study show that
increased climate risk, both transition risk and physical risk, significantly
reduces bank stability. Interestingly, bank diversification strategies have
been proven to mitigate these negative impacts. Diversification of loans,
assets, deposits, and income acts as a risk-spreading mechanism that enhances
banks' resilience to shocks arising from climate change. Additional analysis
also shows that the impact of climate risk on bank stability varies across
banking system characteristics, such as differences between developed and
developing countries, Covid and non-Covid crisis periods, and bank
capitalization levels.
This study provides several policy recommendations for regulators and the banking industry. Financial authorities need to integrate climate risks, both physical and transition risks, into the banking supervisory framework through strengthening prudential regulations and developing climate stress testing. In addition, regulators need to encourage banks to strengthen their portfolio diversification strategies to increase resilience to shocks arising from climate change. The integration of climate risk management and diversification policies is expected to support the stability of the banking sector amid increasing global climate change risks.
Kata Kunci : risiko iklim, stabilitas bank, diversifikasi bank, risiko fisik, risiko transisi