Laporkan Masalah

PENGARUH STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN TERHADAP STATUS GIZI (IMT/U) DAN HASIL KOGNITIF PADA USIA 9-12 TAHUN: ANALISIS DATA LONGITUDINAL IFLS (2007-2014)

Hendrika Octavia Nugraheni Kitu, Dr. Drs. Abdul Wahab, MPH

2026 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: 
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Di Indonesia, prevalensi stunting masih tinggi sehingga penanggulangannya menjadi prioritas pembangunan kesehatan nasional. Bukti longitudinal mengenai dampak stunting pada masa balita terhadap status gizi (IMT/U) dan hasil kognitif pada usia sekolah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stunting pada anak usia 2–5 tahun terhadap status gizi (IMT/U) dan hasil kognitif pada usia 9–12 tahun menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS).
Metode:     
Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif berbasis data IFLS gelombang 4 (2007) dan gelombang 5 (2014). Sampel terdiri atas seluruh anak usia 2–5 tahun pada 2007 yang memenuhi kriteria inklusi dan memiliki data lengkap tinggi badan menurut umur (HAZ), kemudian diikuti kembali pada usia 9–12 tahun pada 2014. Status stunting ditentukan berdasarkan HAZ, status gizi berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U), dan hasil kognitif diukur menggunakan Raven’s Progressive Matrices. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik ordinal untuk status gizi dan regresi logistik biner untuk hasil kognitif dengan pengendalian faktor perancu.
Hasil:    
Stunting pada usia 2–5 tahun berhubungan signifikan dengan status gizi IMT/U dan hasil kognitif anak pada usia 9–12 tahun. Anak yang mengalami stunting memiliki odds lebih rendah untuk berada pada kategori status gizi IMT/U yang lebih tinggi (AOR = 0,55; p<0 xss=removed>Kesimpulan:     
Stunting pada masa balita memiliki dampak jangka panjang terhadap status gizi IMT/U dan hasil kognitif anak hingga usia sekolah, sehingga upaya penanggulangannya perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Kata Kunci: stunting, status gizi IMT/U, hasil kognitif, anak usia sekolah, kohort retrospektif, IFLS, pendidikan ibu, status ekonomi.

Background:
Stunting is a chronic nutritional problem that adversely affects children’s physical growth and cognitive development. In Indonesia, the prevalence of stunting remains high, making its prevention a national health development priority. However, longitudinal evidence on the impact of stunting during early childhood on nutritional status (BMI-for-age) and cognitive outcomes at school age remains limited. This study aimed to analyze the effect of stunting among children aged 2–5 years on nutritional status (BMI-for-age) and cognitive outcomes at ages 9–12 years using data from the Indonesia Family Life Survey (IFLS).
Methods:
This study employed a retrospective cohort design using IFLS wave 4 (2007) and wave 5 (2014). The sample consisted of all children aged 2–5 years in 2007 who met the inclusion criteria and had complete height-for-age (HAZ) data, and who were subsequently followed up at ages 9–12 years in 2014. Stunting status was determined based on HAZ, nutritional status was assessed using BMI-for-age, and cognitive outcomes were measured using Raven’s Progressive Matrices. Data analysis was conducted using ordinal logistic regression for nutritional status and binary logistic regression for cognitive outcomes, with adjustment for potential confounding factors.
Results:
Stunting at ages 2–5 years was significantly associated with nutritional status (BMI-for-age) and cognitive outcomes at ages 9–12. Children who experienced stunting had lower odds of being in a higher nutritional status category (AOR = 0.55; p<0 xss=removed>Conclusion:
Stunting during early childhood has long-term effects on children’s nutritional status (BMI-for-age) and cognitive outcomes through school age, highlighting the need for sustained and continuous efforts to prevent and address stunting.

Keywords: stunting, nutritional status (BMI-for-age), cognitive outcomes, school-aged children, retrospective cohort, IFLS, maternal education, economic status. 

Kata Kunci : stunting, status gizi IMT/U, hasil kognitif, anak usia sekolah, kohort retrospektif, IFLS, pendidikan ibu, status ekonomi

  1. S2-2026-546434-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546434-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546434-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546434-title.pdf