Kisah Sayid Jabar dan Raja Rajazi dalam Layang Anbiya Pupuh XLI–XLV: Suntingan Teks, Terjemahan, dan Analisis Isi
Novia Hikmatul Mubarokah, Dr. Arsanti Wulandari, S.S., M.Hum.
2026 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA
Penelitian ini mengangkat naskah Layang Anbiya koleksi Bapak Sjaichuddin (selanjutnya disingkat LABS) di Desa Plandi, Jombang, Jawa Timur sebagai objek kajian. Naskah LABS merupakan naskah yang ditulis menggunakan aksara Arab Pegon berisi kisah para nabi dan kisah sampingan mengenai para sahabat nabi. Penelitian ini dibatasi pada pupuh XLI–XLV yang memuat kisah Nabi Muhammad dan para sahabat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghadirkan suntingan teks, terjemahan, dan ringkasan isi teks agar dapat dibaca oleh pembaca awam. Selain itu, tujuan lain dari penelitian ini adalah mencatat aspek budaya yang tercermin dalam teks LABS, utamanya dalam kisah sahabat Nabi Muhammad yang bernama Sayid Jabar dan Raja Rajazi.
Metode yang digunakan adalah mengombinasikan metode penelitian filologi untuk menghadirkan suntingan teks edisi kritis, terjemahan campuran Catford, metode close reading sebagai teknik analisis, dengan oposisi biner Lévi-Strauss sebagai kerangka interpretasi lokalisasi aspek budaya Jawa pada kisah Sayid Jabar dan Raja Rajazi dalam teks LABS. Hasil suntingan teks menunjukkan terdapat inkonsistensi dalam penulisan teks LABS. Selain itu, hasil dari analisis isi teks menemukan tiga aspek budaya Jawa yang muncul dan mengandung oposisi biner, yaitu mengenai penolakan gamelan dalam ajaran Islam, darah putih yang beraroma wangi saat kematian Sayid Jabar, serta penggunaan daging ayam dalam pengobatan Raja Rajazi. Dengan demikian, naskah LABS tidak hanya berfungsi sebagai bacaan semata, tetapi juga sebagai dokumen sejarah yang mencerminkan penyesuaian ajaran agama Islam terhadap budaya masyarakat Jawa.
This study examines the Layang Anbiya manuscripts from Mr. Sjaichuddin’s collection (hereinafter abbreviated as LABS) in Plandi, Jombang, East Java. The LABS manuscript, written in the Arabic Pegon script, contains stories of the prophets and side stories about the Prophet's companions. This research is limited to cantos XLI–XLV, which focus on the history of the Prophet Muhammad and his companions. The primary objective of this research is to present a critical edition of the text, along with a translation and summary, to make it accessible for general readers. Furthermore, the purpose of this research is to examine the cultural aspects that reflect human thought in the LABS text, particularly in the story of the Prophet Muhammad's companions, Sayid Jabar and King Rajazi.
The method integrates philological research, critical editing, mixed translation of Catford’s theories, and close reading, aided by Lévi-Strauss’s binary oppositions, to examine the cultural aspects of the story of Sayid Jabar and King Rajazi in the LABS text. The results of the text edits show several inconsistencies in the LABS text. Content analysis uncovers three aspects of Javanese culture featuring binary oppositions: rejection of gamelan in Islamic law, the fragrant white blood associated with Sayid Jabar's death, and the use of chicken in the treatment of King Rajazi. The LABS manuscript serves as both reading material and a historical document that shows how Islamic beliefs adapted to Javanese culture.
Kata Kunci : Layang Anbiya, filologi, lokalisasi, budaya Jawa, oposisi biner