Laporkan Masalah

PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK UNTUK AKTIVITAS INFORMAL PADA KORIDOR YOS SUDARSO DI WAMENA PAPUA PEGUNUNGAN

Triwanti Hutagalung, Ardhya Nareswari, S.T., M.T., Ph.D ; Renaningtyas Manifesty, S.T., MA(UD)., Ph.D

2026 | Tesis | MAGISTER RANCANG KOTA

Ruang Terbuka Publik (RTP) merupakan ruang bersama yang mewadahi aktivitas sosial masyarakat dan berperan penting dalam membentuk dinamika ruang perkotaan. Di Kota Wamena, khususnya pada Koridor Jalan Yos Sudarso, RTP dimanfaatkan secara intensif sebagai ruang aktivitas keseharian, baik dalam bentuk aktivitas sosial maupun ekonomi informal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi fisik ruang terbuka publik dengan pola aktivitas yang terjadi, serta merumuskan arahan pengembangan berbasis pendekatan Creative Placemaking. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, pemetaan aktivitas, dan analisis kondisi fisik ruang pada sepuluh segmen koridor serta tiga ruang terbuka publik utama, yaitu RTP Wio Silimo, RTP Kur Mabel, dan RTP Taman Kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang dominan di koridor adalah berkumpul, jual beli pinang dan kopi, serta aktivitas personal berskala kecil. Elemen fisik seperti lebar pedestrian, keberadaan tempat duduk, elemen peneduh, dan kualitas kebersihan memiliki pengaruh langsung terhadap intensitas, lokasi, dan keberlanjutan aktivitas. Pada ruang dengan kapasitas memadai, aktivitas cenderung menetap dan bersifat sosial, sedangkan pada ruang dengan keterbatasan fisik, aktivitas tetap berlangsung melalui adaptasi, meskipun berpotensi menimbulkan konflik ruang. Temuan ini menunjukkan bahwa ruang publik di Koridor Yos Sudarso tidak dibentuk oleh desain formal semata, melainkan oleh praktik keseharian masyarakat yang secara berulang membentuk makna dan identitas ruang. Berdasarkan hal tersebut, pendekatan Creative Placemaking digunakan untuk merumuskan guideline pengembangan yang menekankan penguatan aktivitas eksisting, pengelolaan konflik ruang secara kontekstual, serta peningkatan kualitas elemen fisik sederhana tanpa menghilangkan karakter lokal. Arahan ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan aktivitas sosial masyarakat dan memperkuat fungsi ruang terbuka publik sebagai ruang bersama yang adaptif dan inklusif di Kota Wamena.

Public Open Space (POS) is a shared space that accommodates community social activities and plays an important role in shaping urban spatial dynamics. In Wamena City, particularly along the Yos Sudarso Corridor, public open spaces are intensively utilized as spaces for daily activities, both in the form of social interactions and informal economic activities. This research aims to analyze the relationship between the physical conditions of public open spaces and the patterns of activities that occur within them, as well as to formulate development guidelines based on the Creative Placemaking approach. This study employs a qualitative approach through field observations, activity mapping, and analysis of the physical conditions of space across ten corridor segments and three main public open spaces, namely Wio Silimo Public Open Space, Kur Mabel Public Open Space, and City Park Public Open Space. The results show that the dominant activities along the corridor include gathering, trading betel nut and coffee, and small-scale personal activities. Physical elements such as pedestrian width, seating availability, shading elements, and cleanliness quality have a direct influence on the intensity, location, and continuity of activities. In spaces with adequate capacity, activities tend to be more permanent and socially oriented, while in spaces with physical limitations, activities continue through spatial adaptation, although they may potentially create spatial conflicts. These findings indicate that public spaces along the Yos Sudarso Corridor are not formed solely by formal design, but also by everyday community practices that repeatedly shape the meaning and identity of the space.Based on these findings, the Creative Placemaking approach is used to formulate development guidelines that emphasize strengthening existing activities, managing spatial conflicts contextually, and improving the quality of simple physical elements without eliminating local characteristics. These guidelines are expected to support the sustainability of community social activities and strengthen the function of public open spaces as adaptive and inclusive shared spaces in Wamena City.

Kata Kunci : wamena ruang terbuka publik, aktivitas informal, Koridor Yos Sudarso, Wamena, creative placemaking.

  1. S2-2026-530148-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530148-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530148-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530148-title.pdf