Kepribadian dan Intensi Pro-Lingkungan terhadap Persepsi Kualitas Audit Keberlanjutan: Studi Empiris pada Auditor di Indonesia
Yeni Hanisah Piliang, Prof. Ainun Na'im, M.B.A., Ph.D., dan Arizona Mustikarini, S.E., M.Bus(Acc)., Ph.D., Ak., CA., CACP., QRGP.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Tujuan – Penelitian ini bertujuan
untuk pengaruh kepribadian (ecological personality traits) eco-openness,
eco-conscientiousness, eco-extraversion, eco-agreeableness, dan
eco-neuroticism yang dimediasi oleh intensi pro-lingkungan terhadap
persepsi kualitas audit keberlanjutan.
Metode penelitian – Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
studi empiris pada auditor di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner
online dengan menggunakan PLS-SEM sebagai alat analisis. Teknik pengumpulan
data ditujukan pada auditor di Indonesia yang aktif di KAP (kantor akuntan
publik).
Temuan – Hasil penelitian
menunjukkan bahwa auditor yang memiliki kepribadian eco-conscientiousness,
eco-extraversion, eco-agreeableness, dan eco-neuroticism yang
dimediasi dengan intensi pro-lingkungan berpengaruh signifikan positif terhadap
persepsi kualitas audit keberlanjutan. Sedangkan kepribadian eco-openness
yang dimediasi intensi pro-lingkungan tidak berpengaruh positif terhadap
persepsi kualitas audit keberlanjutan.
Batasan/Implikasi – Penelitian ini terbatas pada kepribadian khususnya ecological
personality trait yang dimediasi oleh intensi pro-lingkungan dan dikaitkan
dengan persepsi kualitas audit keberlanjutan. Hal ini dikaji melalui peran
auditor di Indonesia yang diketahui pada penelitian ini didominasi oleh junior
auditor dengan pengalaman 3 tahun atau kurang.
Orisinalitas – Penelitian ini mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya yang membahas
kepribadian (personality trait secara umum) terhadap kualitas audit.
Penelitian ini membahas kepribadian yang didasari dengan pendekatan lingkungan
(ecological personality trait) yang dimediasi dengan intensi
pro-lingkungan terhadap persepsi kualitas audit keberlanjutan. Hasil penelitian
ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan dan KAP untuk
mempertimbangkan aspek kepribadian dalam merekrut karyawan sehingga auditor
dapat memiliki persepsi kualitas audit keberlanjutan yang semakin baik.
Purpose – This study aims to examine the effects of ecological personality traits
such as; eco-openness, eco-conscientiousness, eco-extraversion,
eco-agreeableness, and eco-neuroticism—on perceived sustainability audit
quality, with pro-environmental intention as a mediating variable.
Research Methods – This study employs a quantitative approach and conducts an
empirical investigation of auditors in Indonesia. Data are collected through an
online questionnaire and analyzed using PLS-SEM. The data collection targets
auditors in Indonesia who are actively employed at public accounting firms
(Kantor Akuntan Publik).
Findings – The findings indicate that auditors with eco-conscientiousness,
eco-extraversion, eco-agreeableness, and eco-neuroticism mediated by
pro-environmental intention have a significant positive effect on perceived
sustainability audit quality. In contrast, eco-openness mediated by
pro-environmental intention does not have a positive effect on perceived
sustainability audit quality.
Limitation/Implications - This study is limited to ecological personality
traits mediated by pro-environmental intention and their relationship with
perceived sustainability audit quality. The analysis is conducted in the
context of auditors in Indonesia, who in this study are predominantly junior
auditors with three years of experience or less.
Originality - This study addresses a gap in prior research that has examined the relationship between personality traits (in general) and audit quality. It focuses on environmentally oriented personality traits (ecological personality traits) and investigates their effects on perceived sustainability audit quality, with pro-environmental intention as a mediating variable. The findings are expected to provide insights for policymakers and public accounting firms to consider personality-related factors in recruitment, thereby fostering auditors’ stronger perceptions of sustainability audit quality.
Kata Kunci : Kepribadian, ecological personality trait, intensi pro-lingkungan, persepsi kualitas audit keberlanjutan, auditor