American vs. Un-American in U.S. Presidential Elections: Its Reinforcement in Donald Trump's 2024 Victory
Praisdelo Cavell Norman Talumingan, Achmad Munjid, M.A., Ph.D.
2026 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN AMERIKA
Penelitian ini mengkaji "Amerika" vs. "bukan Amerika" dalam pemilihan presiden, serta penguatannya dalam pemilihan presiden 2024 yang menghasilkan kemenangan Donald Trump. Peneliti menggunakan studi-studi sebelumnya tentang pemilihan presiden AS dan retorika kampanye Donald Trump pada tahun 2024 yang membagi "Amerika" dari "bukan Amerika". Dengan menggunakan teori strukturalisme oleh Claude Le?vi-Strauss, peneliti menjelaskan bagaimana "Amerika" vs. "bukan Amerika" diterjemahkan menjadi oposisi biner dalam pemilihan presiden AS. Penelitian ini menemukan empat struktur: Putih vs. Non- Putih sebagai struktur rasial, Kristen vs. Non-Kristen sebagai struktur sistem nilai keagamaan, Patriotisme Amerika vs. Anti-Amerika sebagai struktur ideologis- peradaban, dan Warga Negara yang Taat Hukum vs. Kriminal sebagai struktur kode rasial. Penelitian ini juga menjelaskan bagaimana penguatannya "Amerika" vs. "bukan Amerika" membawa Donald Trump pada kemenangan keduanya. Terdapat empat faktor utama: pertama adalah rasisme struktural, kedua adalah globalisasi dan kebangkitan nasionalisme, ketiga adalah meningkatnya imigrasi dan ketidakamanan ekonomi, dan terakhir adalah karakterisasi Partai Demokrat sebagai bukan Amerika. Penelitian ini juga menyimpulkan tentang masa depan demokrasi Amerika jika struktur-struktur ini tetap kuat.
This research examines American vs. un-American in presidential elections, and its reinforcement in the 2024 presidential election that resulted in Donald Trump’s victory. The researcher used previous studies about U.S. presidential elections and Donald Trump’s campaign rhetoric in 2024 that divide “American” from “un-American”. Using the theory of structuralism by Claude Le?vi-Strauss, the researcher explains how the American vs. un-American is translated into binary oppositions in the U.S. presidential elections. This research found four structures: White vs. Non-White as a racial structure, Christian vs. Non-Christian as a religious-value system Structure, American Patriotism vs. Anti-American as an ideological-civilizational structure, and Law-Abiding Citizen vs. Criminal as a racial code structure. This research also explains how the reinforcement of the American vs. un-American brings Donald Trump to his second victory. There are four main factors: first is Structural Racism, second is Globalization and the rise of Nationalism, third is the rise of Immigration and Economic Insecurities, and last is the characterization of the Democratic Party as un-American. This research also concluded with the future of American democracy if these structures remain strong.
Kata Kunci : American, un-American, binary opposition, Donald Trump, U.S. presidential elections