Analisis Manajemen Risiko Strategis Terhadap Pembengkakan Biaya (Cost Overrun) Konstruksi Jalan Tol: Studi Pada PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Pramitha Wulanjani, Prof. Wakhid Slamet Ciptono, MBA., MPM., M.P.U., Ph.D.,
2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Pembangunan infrastruktur jalan tol merupakan
salah satu pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Namun,
pelaksanaan proyek konstruksi jalan tol memiliki tingkat kompleksitas dan
ketidakpastian yang tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai risiko
strategis, salah satunya adalah pembengkakan biaya. Pembengkakan biaya tidak
hanya berdampak pada kinerja proyek, tetapi juga memengaruhi kelayakan
finansial dan keberlanjutan investasi perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
faktor-faktor strategis yang menyebabkan pembengkakan biaya pada proyek
konstruksi jalan tol serta mengevaluasi keefektifan penerapan manajemen risiko
strategis dalam mengendalikan risiko tersebut pada PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Pendekatan penelitian yang digunakan
adalah naratif interpretatif yang didukung oleh kuantitatif
deskriptif. Data primer diperoleh
melalui wawancara mendalam (in-depth
interview) dengan narasumber kunci yang memiliki keterlibatan langsung
dalam pengelolaan proyek jalan tol, serta penyebaran kuesioner berbasis skala
Likert kepada responden yang berpengalaman. Data sekunder diperoleh dari dokumen internal
perusahaan, regulasi, dan literatur terkait. Pengolahan data dilakukan dengan mengacu pada
standar ISO 31000:2018 dan pedoman manajemen risiko BUMN.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko
pembengkakan biaya merupakan risiko strategis yang dominan dan bersifat
material, dengan sumber risiko utama berasal dari kombinasi faktor non-teknis
dan teknis. Penggunaan basic design pada tahap awal Perjanjian
Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dipersepsikan sebagai faktor utama yang memicu
terjadinya pembengkakan biaya. Pemetaan risiko menunjukkan bahwa pada kondisi
risiko inheren, risiko pembengkakan biaya berada pada kategori tinggi (high), dengan tingkat dampak sangat
tinggi dan probabilitas kejadian yang relatif tinggi. Setelah penerapan
strategi mitigasi risiko, tingkat risiko menurun menjadi kategori moderate to high pada kondisi risiko
residual, yang mencerminkan penurunan probabilitas risiko meskipun dampaknya
masih signifikan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan
manajemen risiko strategis berperan efektif dalam menekan kemungkinan
terjadinya pembengkakan biaya, namun pengelolaan risiko perlu dilakukan secara
berkelanjutan dan terintegrasi sejak tahap prakontruksi hingga pelaksanaan
proyek untuk menjaga kinerja dan keberlanjutan investasi jalan tol.
Toll road
infrastructure development plays a crucial role in supporting national economic
growth. However, toll road construction projects are characterized by high
levels of complexity and uncertainty, which expose them to various strategic
risks, particularly cost overruns. Cost overruns not only affect project
performance but also have significant implications for financial feasibility
and the long-term sustainability of infrastructure investments.
This study aims
to analyze the strategic risk factors that contribute to cost overruns in toll
road construction projects and to evaluate the effectiveness of strategic risk
management practices in mitigating such risks at PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
The research adopts a narrative interpretative approach supported
by descriptive quantitative analysis. Primary data were collected through
in-depth interviews with key informants directly involved in toll road project
management, as well as a Likert-scale questionnaire distributed to experienced
respondents. Secondary data were obtained from internal company documents,
relevant regulations, and academic literature. Data analysis was conducted in
accordance with ISO 31000:2018 and the risk management guidelines for
Indonesian state-owned enterprises.
The results indicate that cost overruns constitute a dominant and material strategic risk in toll road construction projects. The main sources of risk arise from the interaction between non-technical and technical factors. Non-technical factors, including land acquisition delays, government policy dynamics, and changes in land use, were found to trigger technical risks such as design changes and scope expansion, which directly increase construction costs. Risk mapping results show that under inherent risk conditions, cost overrun risk falls into the high-risk category, characterized by very high impact and relatively high probability. Following the implementation of risk mitigation strategies, the risk level shifted to a moderate-to-high category under residual risk conditions, reflecting a significant reduction in risk probability while the potential impact remains substantial.
This study
concludes that strategic risk management plays a critical role in reducing the
likelihood of cost overruns. Nevertheless, continuous and integrated risk
management throughout the pre-construction and construction phases is essential
to ensure project performance and the sustainability of toll road investments.
Kata Kunci : Manajemen risiko strategis, Pembengkakan biaya, Konstruksi jalan tol