Analisis Faktor-faktor Penyebab Ketidakkonsistenan antara Temuan dengan Opini Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
Muhammad Ilham, Prof. Irwan Taufiq Ritonga, S.E., M.Bus., Ph.D., CA.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan
ketidakkonsistenan antara temuan pemeriksaan dengan opini yang diberikan
oleh BPK.
Metode penelitian – Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan studi kasus sekaligus penerapan strategi
deduktif-induktif dalam analisis data. Data dikumpulkan melalui wawancara
dengan tujuh partisipan sekaligus divalidasi dengan triangulasi sumber dan
teknik. Konsistensi data dilakukan dengan intercoder agreement.
Temuan – Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ketidakkonsistenan antara jumlah dan nilai temuan dengan
opini Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) terjadi karena praktik
penetapan opini tidak semata-mata didasarkan pada karakteristik temuan
pemeriksaan, tetapi juga dibentuk oleh dinamika kerja institusional. Dalam
rerangka Institutional Work, dinamika tersebut mencerminkan
praktik Maintaining Institutions, yaitu tindakan aktor BPK untuk
memelihara praktik, aturan, dan pola kerja pemeriksaan yang telah berjalan.
Praktik ini terlihat melalui respons terhadap tekanan kasus OTT yang mendorong
sikap kehati-hatian dalam penetapan opini, perbedaan karakteristik pemeriksa
yang dipertahankan dalam penilaian temuan, serta tekanan pimpinan yang
memengaruhi proses formulasi opini. Ketiga faktor tersebut bersama-sama
menjelaskan terjadinya ketidakkonsistenan antara jumlah dan nilai temuan dengan
opini LKPD.
Batasan/Implikasi – Penelitian ini
terbatas pada pendekatan kualitatif dengan cakupan objek dan wilayah pada Badan
Pemeriksa Keuangan tertentu, sehingga temuan bersifat kontekstual dan tidak
dimaksudkan untuk digeneralisasi. Meskipun demikian, hasil penelitian
memberikan implikasi teoretis dengan memperkaya kajian Institutional
Work dalam konteks audit sektor publik, serta implikasi praktis bagi
Badan Pemeriksa Keuangan dalam meningkatkan konsistensi antara temuan dan opini
pemeriksaan.
Orisinalitas – Penelitian ini mengisi kesenjangan
penelitian sebelumnya terkait hubungan antara temuan dan opini pemeriksaan
dengan menunjukkan bahwa ketidakkonsistenan tidak semata-mata bersumber dari
aspek teknis audit, tetapi dibentuk oleh dinamika institusional. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Badan Pemeriksa Keuangan
dalam memperkuat konsistensi penetapan opini melalui pengelolaan praktik
institusional pemeriksaan.
Kata kunci –
Objectives –
This study aims to analyze the factors that cause
inconsistencies between audit findings and the audit opinions issued by the
Supreme Audit Institution (BPK)
Research Methods – This study employed a qualitative method using a case study approach, combined
with a deductive–inductive strategy in data analysis. Data were collected
through interviews with seven participants and were validated using source and
technique triangulation. Data consistency was ensured through intercoder
agreement.
Findings – The findings of
this study indicate that inconsistencies between the number and value of audit
findings and the audit opinion on Local Government Financial Statements (LGFS)
occur because the process of opinion formulation is not solely based on the
characteristics of audit findings, but is also shaped by institutional work
dynamics. Within the Institutional Work framework, these dynamics reflect the
practice of Maintaining Institutions, namely the actions of BPK
auditors to preserve established auditing practices, rules, and work patterns.
This practice is manifested through responses to OTT case pressures that
encourage caution in opinion formulation, the persistence of differences in
auditors’ characteristics in assessing audit findings, and leadership pressure
that influences the opinion formulation process. Together, these three factors
explain the occurrence of inconsistencies between the number and value of audit
findings and the audit opinion on LGFS.
Limitations/Implications - This study employed a
qualitative approach with a specific scope of objects and regions within the
Supreme Audit Institution (BPK), resulting contextual findings that are not intended to be generalized.
Nevertheless, the results provide theoretical implications by enriching the
literature on Institutional Work in the context of public
sector auditing, as well as practical implications for the Supreme Audit
Institution in improving consistency between audit findings and audit opinions.
Originality - This study fills a
gap in prior research on the relationship between audit findings and audit
opinions by demonstrating that inconsistencies do not stem solely from
technical audit aspects, but are shaped by institutional dynamics. The findings
are expected to serve as a reference for the Supreme Audit Institution (BPK) in
strengthening the consistency of audit opinion formulation through the
management of institutional audit practices.
Kata Kunci : temuan audit, opini audit, pemeriksa, Institutional Work