Reproduksi Kesenjangan Sosial pada Fenomena Putus Sekolah: Studi Kasus Komunitas Adat Suku Duanu di Kabupaten Indragiri Hilir
Gusratih Andriani, Tauchid Komara Yuda, S.Sos., MDP., Ph.D
2026 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana fenomena putus sekolah berkontribusi pada reproduksi kesenjangan sosial dalam lintasan waktu kehidupan masyarakat adat Suku Duanu di Kabupaten Indragiri Hilir. Berangkat dari pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi untuk menggali pengalaman pendidikan anak-anak Duanu dalam konteks kehidupan maritim. Dengan menggunakan teori Pierre Bourdieu, khususnya konteks habitus, modal dan arena, penelitian menunjukkan bahwa putus sekolah bukan semata-mata akibat keputusan individual, melainkan merupakan hasil dari benturan antara sistem penididikan formal dan habitus keluarga Duanu yang terbentuk dari praktik kehidupan sehari-hari. Habitus kemaritiman membentuk cara keluarga Duanu memaknai pendidikan formal, yang cenderung diposisikan sebagai pengetahuan pendukung, bukan sebagai jalur utama mobilitas sosial. Dalam lintasan waktu kehidupan keluarga, keterputusan dari pendidikan formal membatasi akumulusi modal kultural dan simbolik, sehingga anak-anak yang putus sekolah cenderung krmbali ke aktivitas maritim dan menempati posisi sosial yang relatif tidak berubah dari waktu ke waktu. Temuan ini menunjukkan bahwa kesenjangan sosial pada komunitas Suku Duanu tidak terutama diwariskan secara geneologis antargenerasi, melainkan dipertahankan melalui praktik sosial yang berulang dari waktu ke waktu. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya memahami reproduksi kesenjangan sosial sebagai proses antarwaktu yang berakar pada relasi antara habitus, pendidikan, dan struktur sosial.
This Study aims to analyze the role of school dropuots in reproducing social inequality among the Duanu indigenous Community in Indragiri Hilir regency. The sudy employs a qualitative case-study designt using in-depth interviews, observations and documentations. Drawing on Pierre Bourdiue's theoritical framwork, this study demonstrates thats school dropouts cannot be the familys maritime habitus. Education is perceived as suplementary knowlage, not as the primary means of social mobility, concequently, the loss of access to education limits the acquisition of cultural and symbolic capital, cawsing childreen to return to maritime activities and remind in relativly the same social position these findings suggest the social inequality is not in herited geneologically but is reproduced through recuring social practices within family life.
Kata Kunci : Reproduksi Kesenjangan Sosial, Putus Sekolah, Habitus, Suku Duanu