Peran Mediasi Bullying dalam Hubungan Antara Adverse Childhood Experiences (ACEs) dan Gejala Depresi: Analisis Data GEAS Wave 1
Annita Viesta Nirmala Dewi, dr. Ifta Choiriyyah, MSPH., Ph.D.; Dr. Grhasta Dian Perestroika, SST., M.Kes.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang: Adverse
Childhood Experiences (ACEs) dapat meningkatkan
risiko depresi dan dimediasi oleh pengalaman bullying, namun terdapat inkonsistensi
hasil penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji
peran mediasi bullying dalam
hubungan antara ACEs dan gejala depresi pada remaja awal menggunakan data
baseline GEAS Indonesia 2019.
Metode Penelitian:
Desain penelitian ini adalah kuantitatif potong lintang berbasis data sekunder
GEAS Wave 1 dengan total sampel
2.640 remaja usia 10-14 tahun di Bandar Lampung, Denpasar, dan Semarang.
Analisis dilakukan menggunakan Generalized
Structural Equation Modeling (GSEM) dengan ACEs sebagai variabel
independen (ordinal), gejala depresi sebagai dependen (dikotomis) dengan
menggunakan Confirmatory Factor Analysis untuk
menentukan item yang diikutkan dalam konstruk dan pembentukan skor, bullying sebagai mediator (dikotomis).
Dua model yang
dianalisis menggunakan cut-off skor
yang berbeda untuk mengkategorikan tingkat gejala depresi (yaitu persentil
ke-65 dan persentil ke-95). Model dikontrol menggunakan
prediktor risiko yang diadaptasi dari IDEA-RS, meliputi pengasuh
utama, hubungan dengan orang tua, penggunaan
zat, kegagalan akademik, dan
variabel sosiodemografi seperti usia, jenis kelamin, kota tempat tinggal, dan indeks kekayaan.
Hasil: Pada model
yang menggunakan cut off persentil
ke-65 untuk mengkategorikan tingkat gejala depresi, bullying menunjukkan
efek tidak langsung yang positif dalam hubungan antara ACEs dan gejala depresi,
dengan persentase mediasi 18,9% namun efek tersebut tidak signifikan secara
statistik. Pada model yang menggunakan cut
off persentil ke-95, hubungan antara ACEs dan gejala depresi
didominasi oleh efek langsung, sementara jalur tidak langsung melalui bullying tidak menunjukkan peran mediasi.
Kesimpulan: ACEs merupakan faktor risiko
utama peningkatan gejala depresi pada remaja awal. Bullying tidak
terbukti sebagai mediator yang signifikan, namun temuan
pada model yang menggunakan cut off persentil
ke-65 menunjukkan bullying dapat memperburuk kerentanan psikologis remaja pada
tingkat gejala yang lebih moderat. Pencegahan depresi remaja perlu memprioritaskan penanganan
ACEs serta mengintegrasikan pencegahan bullying dalam
strategi penanganan kesehatan mental.
Background:
Adverse Childhood Experiences (ACEs) are known to increase the risk of
depression and may be mediated by bullying experiences; however, previous
studies have reported inconsistent findings. This study aims to examine the
mediating role of bullying in the relationship between ACEs and depressive
symptoms among early adolescents using baseline data from the GEAS Indonesia
2019 study.
Methods:
This study employed a quantitative cross-sectional design using secondary data
from GEAS Wave 1, with a total sample of 2,640 adolescents
aged 10–14 years from Bandar Lampung, Denpasar, and Semarang. Data were
analyzed using Generalized Structural Equation Modeling (GSEM),
with ACEs as the independent variable (ordinal) and depressive symptoms as the
dependent variable (dichotomous). Confirmatory Factor Analysis (CFA)
was conducted to determine the items included in the construct and to generate
the composite score for depressive symptoms. Bullying was treated as a
dichotomous mediator. Two models were analyzed using different cut-off scores
to categorize depressive symptom levels (the 65th percentile and the 95th
percentile). The models were adjusted for risk predictors adapted from the IDEA-RS,
including primary caregiver, parent–child relationship, substance use, academic
failure, and sociodemographic variables such as age, sex, city of residence,
and wealth index.
Results:
In the model using the 65th percentile cut-off to categorize depressive
symptoms, bullying showed a positive indirect effect in the relationship
between ACEs and depressive symptoms, with a mediation proportion of 18.9%;
however, this effect was not statistically significant. In the model using the
95th percentile cut-off, the association between ACEs and depressive symptoms
was dominated by the direct effect, while the indirect pathway through bullying
did not demonstrate a mediating role.
Conclusion:
ACEs represent a major risk factor for increased depressive symptoms among
early adolescents. Bullying was not found to be a significant mediator;
however, findings from the model using the 65th percentile cut-off suggest that
bullying may exacerbate adolescents’ psychological vulnerability at more
moderate levels of depressive symptoms. Adolescent depression prevention
efforts should prioritize addressing ACEs while also integrating bullying
prevention into mental health intervention strategies.
Kata Kunci : Adverse Childhood Experiences, Bullying, Gejala Depresi; Generalized Structural Equation Modeling; Remaja