Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pengukuran Tekanan Darah Berkala pada Penduduk Dewasa Normotensi di Indonesia: Analisis Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023
Cicik Harfana, Prof. dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH., Ph.D; Aditya Lia Ramadona, S.Si., M.Sc., Ph.D
2026 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang sering tidak terdeteksi karena bersifat tanpa gejala. Pengukuran tekanan darah berkala menjadi strategi penting dalam deteksi dini hipertensi, termasuk pada populasi dewasa normotensi. Namun perilaku pemeriksaan rutin pada kelompok ini masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor predisposisi, penguat, dan pendukung yang berhubungan dengan perilaku pengukuran tekanan darah berkala sesuai rekomendasi pada penduduk dewasa normotensi di Indonesia.
Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan analisis data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 pada penduduk usia 18–59 tahun normotensi. Analisis dilakukan dengan regresi logistik multivariat untuk mengidentifikasi faktor predisposisi, penguat, dan pendukung yang berhubungan dengan perilaku pengukuran tekanan darah berkala.
Hasil: Sebagian besar responden (50,46%) belum melakukan pengukuran tekanan darah berkala sesuai rekomendasi Kemenkes RI (minimal satu tahun sekali). Setiap penambahan satu tahun usia meningkatkan peluang pemeriksaan 1,008 kali (CI 95%=1,007–1,010). Peluang lebih tinggi ditemukan pada perempuan (AOR=1,742), pendidikan tinggi (AOR=1,919), pekerja non-pemerintahan (AOR=1,010), status ekonomi tinggi (AOR=1,166), kawin (AOR=1,631), tinggal di perdesaan (AOR=1,079), konsumsi makanan asin ?1 kali/hari dan 1–6 kali/minggu (AOR=1,286; 1,230), aktivitas fisik sedang (AOR=1,034), komorbiditas normotensi (AOR=1,611–3,665), overweight dan obesitas (AOR=1,147; 1,160), akses mudah terjangkau (AOR=1,154), serta memiliki jaminan kesehatan (AOR=1,312). Peluang lebih rendah ditemukan pada perokok aktif (AOR=0,782), responden mengonsumsi alkohol (AOR=0,849), dan status gizi wasting (AOR=0,917).
Kesimpulan: Perokok aktif, konsumen alkohol, dan individu dengan status gizi wasting memiliki peluang lebih rendah untuk melakukan pengukuran tekanan darah secara berkala minimal satu tahun sekali, sehingga perlu menjadi prioritas intervensi untuk meningkatkan praktik deteksi dini hipertensi.
Background: Hypertension is a major risk factor for cardiovascular disease and often goes undetected due to its asymptomatic nature. Regular blood pressure measurement is essential for early detection, including among non-hypertensive adults, yet routine check-up behavior in this group remains variable. This study aimed to analyze predisposing, reinforcing, and supporting factors associated with recommended regular blood pressure measurement among non-hypertensive adults in Indonesia.
Methods: A cross-sectional study was conducted using secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) among non-hypertensive individuals aged 18–59 years. Multivariate logistic regression identified factors associated with regular blood pressure measurement behavior.
Results: Over half of respondents (50.46%) had not measured their blood pressure according to the Ministry of Health’s recommendation (at least annually). Each additional year of age increased screening likelihood by 1.008 times (95% CI=1.007–1.010). Higher odds were found among women (AOR=1.742), those with higher education (AOR=1.919), non-government workers (AOR=1.010), higher economic status (AOR=1.166), married individuals (AOR=1.631), rural residents (AOR=1.079), those consuming salty food ?1 time/day and 1–6 times/week (AOR=1.286; 1.230), individuals with moderate physical activity (AOR=1.034), non-hypertension comorbidities (AOR=1.611–3.665), overweight and obese individuals (AOR=1.147; 1.160), easy healthcare access (AOR=1.154), and health insurance ownership (AOR=1.312). Lower odds were observed among active smokers (AOR=0.782), alcohol consumers (AOR=0.849), and wasting individuals (AOR=0.917).
Conclusion: Active smokers, alcohol consumers, and individuals with wasting nutritional status have a lower chance of having regular blood pressure measurements at least once a year, so it is necessary to prioritize interventions to improve the practice of early detection of hypertension.
Kata Kunci : pengukuran tekanan darah, skrining hipertensi, dewasa muda, normotensi, perilaku kesehatan.