Laporkan Masalah

BISING KRIMINAL TUTUPI LUKA STRUKTURAL: Konstruksi Wacana Pengangguran dalam Situs Web Berita Polri

Salsabila Azzahra, Ratna Noviani,SIP.,M.Si.,Ph.D.; Dr. Andreas Budi Widyanta,S.Sos.,M.A.

2026 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan Media

Penelitian ini membahas tentang konstruksi wacana pengangguran dalam berita kriminal di situs web yang dikelola Polri yaitu humas.polri.go.id dan Tribrata News pada tahun 2022-2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi wacana pengangguran dan bias-bias di dalamnya yang membentuk kerentanan berlapis, serta kepentingan di balik terbentuknya konstruksi wacana tersebut. Belum ditemukan penelitian terkait wacana pengangguran dalam berita di Indonesia, baik dalam media tradisional maupun media baru, serta keunikan situasi ekonomi, politik, sosial, dan budaya Indonesia menjadi daya tarik untuk membedah wacana pengangguran. Memadukan teori dari Michel Foucault dan Norman Fairclough yang banyak membahas tentang kuasa dan wacana media, penelitian ini juga menggunakan konsep interseksionalitas untuk membongkar bias-bias yang terjadi. Metode yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang memuat tiga aspek utama yaitu analisis teks, analisis praktik diskursif, dan analisis praktik sosiokultural. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa 1) Pengangguran dikonstruksikan sebagai kriminal yang diasosiasikan dengan perbuatan mengedar narkoba, membuat onar, dan cabul; serta fenomena pengangguran direduksi menjadi angka statistik dan patologi sosial; 2) Bias gender, usia, dan kelas terjadi akibat kegagalan struktural sehingga kelompok-kelompok tersebut mengalami kerentanan berlapis; 3) Wacana pengangguran dibangun untuk menutupi permasalahan struktural seperti bonus demografi, UU Cipta Kerja, dan kegagalan sistemik lainnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan refleksi kritis pada pemerintah dan institusi negara berkaitan dengan etika komunikasi publik yang berpihak pada masyarakat rentan. 

This study examines how unemployment is discursively constructed in crime news published on websites managed by the Indonesian National Police, namely humas.polri.go.id and Tribrata News, during the period 2022-2024. It aims to explain how representations of unemployment are produced, how the embedded biases create layered forms of vulnerability, and what interests underlie these constructions. To date, there has been no research specifically addressing unemployment discourse in news coverage in Indonesia, either in traditional media or digital media. Moreover, Indonesia’s distinctive economic, political, social, and cultural context provides a compelling basis for critically examining how unemployment is discursively constructed. Drawing on theories from Michel Foucault and Norman Fairclough that discuss power and media discourse, the study also employs the concept of intersectionality to reveal the biases at work. The method used is Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis, which consists of three main dimensions: textual analysis, analysis of discursive practice, and analysis of sociocultural practice. The findings show that 1) unemployment is constructed as a form of criminality associated with drug dealing, disorderly behavior, and indecency, and the phenomenon of unemployment is reduced to statistical figures and social pathology; 2) gender, age, and class biases emerge due to structural failures that create layered vulnerabilities for certain groups; and 3) the discourse of unemployment is produced to obscure structural issues such as the demographic dividend, UU Cipta Kerja, and other systemic shortcomings. This study is expected to offer critical reflection for the government and state institutions regarding public communication ethics that are oriented toward and sensitive to vulnerable groups.

Kata Kunci : Wacana, Pengangguran, Berita, Polri, Permasalahan Struktural

  1. S2-2026-526148-abstract.pdf  
  2. S2-2026-526148-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-526148-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-526148-title.pdf