Laporkan Masalah

PENGARUH PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES TERHADAP EFISIENSI TEKNIS DAN PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI HITAM MALIKA DI KABUPATEN KULON PROGO

Agung Gumelar, Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P.; Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, S.U.

2026 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis

Penelitian pengaruh GAP (Good Agricultural Practices) terhadap Efisiensi Teknis kedelai hitam masih sangat jarang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: (1) Mengkaji tingkat penerapan GAP pada usahatani kedelai hitam di Kabupaten Kulon Progo;(2) Mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produksi dan efisiensi teknis usahatani kedelai hitam; (3) Menganalisis biaya, dan pendapatan usahatani kedelai hitam; (4) Menganalisis pengaruh tingkat penerapan GAP dan sosial ekonomi petani terhadap inefisiensi teknis. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan 82 petani kedelai hitam malika di Kabupaten Kulon Progo. Selanjutnya, analisis data dilakukan menggunakan deskriptif kuantitatif, regresi linear berganda, stochastic frontier dan menghitung pendapatan yang diterima petani kedelai hitam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tingkat adopsi GAP kedelai hitam di Kabupaten Kulon Progo secara keseluruhan tergolong tinggi sebesar 83,04 persen di semua ruang lingkup. Usahatani kedelai hitam di Kabupaten Kulon Progo sudah efisien secara teknis dengan nilai rata-rata efisiensi sebesar 0,896. Usahatani kedelai hitam di Kabupaten Kulon Progo menguntungkan secara ekonomi karena pendapatan rata-rata per usahatani sebesar Rp. 1.389.133 dan per hektar sebesar Rp. 13.018.163. Faktor-faktor yang berpengaruh secara negatif terhadap inefisiensi teknis yaitu: penerapan GAP, status usahatani, dan jenis kelamin, sedangkan umur, lama pendidikan, pengalaman usahatani, tanggungan, penyuluhan pertanian berpengaruh secara positif terhadap inefisiensi teknis usahatani kedelai hitam

Research on the impact of Good Agricultural Practices (GAP) on the technical efficiency of black soybean remains remarkably scarce. Therefore, this study was conducted with the following objectives: (1) to examine the level of GAP implementation in black soybean farming in Kulon Progo Regency; (2) to analyze the factors influencing production levels and technical efficiency; (3) to evaluate the costs and income of black soybean farming; and (4) to analyze the influence of GAP implementation levels and farmers' socio-economic factors on technical inefficiency. Data were collected through structured interviews with 82 Malika black soybean farmers in Kulon Progo Regency. Subsequently, data analysis was performed using descriptive quantitative methods, multiple linear regression, stochastic frontier analysis (SFA), and farm income calculations. The results indicate that the overall adoption level of GAP for black soybean in Kulon Progo Regency is classified as high, reaching 83.04?ross all scopes. Black soybean farming in this region is technically efficient, with an average efficiency score of 0.896. Furthermore, the farming is economically profitable, with an average income of IDR 1,389,133 per farm or IDR 13,018,163 per hectare. Factors that negatively affect technical inefficiency include GAP implementation, farming status, and gender; conversely, age, years of education, farming experience, number of dependents, and agricultural extension services show a positive effect on the technical inefficiency of black soybean farming

Kata Kunci : Good Agricultural Practices, Efisiensi Teknis, Pendapatan, Inefisiensi

  1. S2-2026-524607-abstract.pdf  
  2. S2-2026-524607-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-524607-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-524607-title.pdf