Perlindungan hukum terhadap produsen produk sarung Samarinda ditinjau dari segi indikasi geografis di Kota Samarinda
SURADIYANTO, Prof. Emmy Pangaribuan, SH
2005 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum Bisnis)Penelitian mengenai Perlindungan Hukum Terhadap Produsen Produk Sarung Samarinda Ditinjau dari Segi Indikasi Geografis di Kota Samarinda merupakan penelitian dengan pendekatan yuridis normatif. Adapun rumusan masalah yang diteliti adalah menyangkut (1) bagaimana pelaksanaan perlindungan hukum terhadap produsen produk Sarung Samarinda ditinjau dari segi indikasi geografis serta (2) upaya apa yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota Samarinda dalam memberikan perlindungan hukum terhadap produsen Sarung Samarinda. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kota Samarinda mengambil sampel 5 pengusaha kain Sarung Samarinda dan Kanwil Kehakiman dan HAM Kalimantan Timur. Penentuan sample dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat wadah yang menyatukan para pengrajin Sarung Samarinda sehingga sarung Samarinda sebagai produk khas dari Kota Samarinda tidak mendapat perlindungan indikasi geografis. Sikap pemerintah Kota Samarinda terhadap adanya pelanggaran indikasi geografis sifatnya pasrah tidak melakukan upaya apapun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlu adanya kesatuan sikap antara pengrajin dan pemerintah untuk melindungi produk Sarung Samarinda berdasarkan indikasi geografis.
The research regarding Legal Protection For Producer Of Samarinda Sarong Product Based on Geographical Indication Aspect In Samarinda City is a research with juridical normative approach. The problems stated to researched are (1) how implementation of legal protection toward producer of Samarinda Sarong product based on Geographical Indication and (2) what efforts conducted by government of Samarinda City on legal protection toward producer of Samarinda Sarong Product. This research was conducted in Region of Samarinda City by taking sample of five entrepreneurs of Samarinda Sarong and Regional Ministry of Justice and Human Rights of East Kalimantan. The determination of samples conducted by Purposive Sampling. The research’s result describe that there is no an institution that organized producer of Samarinda Sarong, so that products which as an exclusive product of Samarinda City have not a geographical indication protection. The attitude of Samarinda City government toward some violations on geographical indication relatively apathy and they have not efforts anything. As the result can concluded that it is needed an attitude similarity between entrepreneurs and government to protect Samarinda Sarong based on geographical indication
Kata Kunci : Hukum Dalam Bisnis,Perlindungan Hukum,Produsen Sarung Samarinda, legal protection, producer of Samarinda Sarong Product, geographical indication