Laporkan Masalah

PERBANDINGAN KOMPLIKASI PASCAODONTEKTOMI MOLAR KETIGA RAHANG BAWAH MENGGUNAKAN ANESTESI LOKAL DAN ANESTESI UMUM

Chairul Muzakky Eka Burhani, drg. Poerwati Soetji Rahajoe, Sp.B.M.Mf., Subsp.Tr.Mf.S.Tm.,Ph.D

2026 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Bedah Mulut

Impaksi gigi molar ketiga adalah suatu kasus bedah mulut yang sering dijumpai dan umumnya memerlukan odontektomi, baik dengan anestesi lokal (LA) maupun anestesi umum (GA). Perbedaan jenis anestesi diduga berpengaruh terhadap pola dan tingkat keparahan komplikasi pascaodontektomi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan komplikasi utama pascaodontektomi berupa nyeri, edema, dan trismus, serta komplikasi lain seperti mual, nyeri telan, luka sudut bibir, dan nyeri gigi molar kedua antara odontektomi dengan anestesi lokal dan anestesi umum pada hari pertama (H+1), hari ketiga (H+3), dan hari ketujuh (H+7) pascaoperasi.

Penelitian ini merupakan studi prospektif yang melibatkan 50 pasien, terdiri atas 25 pasien kelompok LA dan 25 pasien kelompok GA. Penelitian dilaksanakan di RSUD Temanggung dan RSPAU dr. Hardjolukito. Nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS), edema dinilai menggunakan metode Ristow, trismus diukur berdasarkan bukaan mulut maksimal, dan komplikasi lain dinilai dengan pemeriksaan subjektif dan objektif

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pola komplikasi antara kedua kelompok. Nyeri puncak pada kelompok GA terjadi pada H+1, sedangkan pada kelompok LA terjadi pada H+3. Edema tertinggi pada kelompok LA terjadi pada H+1, sementara pada kelompok GA pada H+3. Trismus kelompok LA terparah terjadi pada H+1, kelompok GA pada H+3. Komplikasi lain seperti mual, nyeri telan, luka sudut bibir, dan nyeri gigi molar kedua lebih sering ditemukan pada kelompok GA. Disimpulkan bahwa odontektomi dengan anestesi umum cenderung menimbulkan komplikasi pascaoperasi yang lebih sering dan lebih berat dibandingkan anestesi lokal, sehingga pemilihan metode anestesi perlu mempertimbangkan karakteristik kasus dan risiko komplikasi pascaodontektomi.

 


Third molar impaction is a common condition in oral and maxillofacial surgery and usually requires odontectomy, which can be performed under local anesthesia (LA) or general anesthesia (GA). Differences in anesthesia techniques are assumed to influence the pattern and severity of postoperative complications. This study aimed to analyze differences in major postoperative complications, including pain, edema, and trismus, as well as other complications such as nausea, odynophagia, angular lip injury, and pain in the second molar, between odontectomy performed under local and general anesthesia on postoperative day 1 (POD 1), day 3 (POD 3), and day 7 (POD 7).

This prospective study involved 50 patients, consisting of 25 patients in the LA group and 25 patients in the GA group. The study was conducted at Temanggung Regional General Hospital and Dr. Hardjolukito Air Force Hospital. Pain intensity was measured using the Visual Analog Scale (VAS), edema was evaluated using the Ristow method, and trismus was assessed based on maximum mouth opening. Other postoperative complications were evaluated through subjective assessment and objective clinical examination.

The results demonstrated complication patterns between groups. Peak pain occurred on POD 1 in the GA group and POD 3 in the LA group. Maximum edema and trismus appeared on POD 1 in the LA group but on POD 3 in the GA group. Nausea, odynophagia, angular lip injury, and second molar pain were more frequent in the GA group. Overall, anesthesia was associated with more severe postoperative complications, indicating that anesthesia selection should consider case characteristics.


Kata Kunci : Kata Kunci: odontektomi, anestesi lokal dan umum, komplikasi pascaodontektomi

  1. SPESIALIS-2026-475739-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2026-475739-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2026-475739-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2026-475739-title.pdf