Analisis Orgabisme Pengganggu Tumbuhan Sebagai Penghambat Budidaya Apel SoE
BUDIMAN ADIPUTRA RIWU MANU, Prof. Dr. Ir. FX. Wagiman, S.U.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Hama Tumbuhan
NTISARI
ANALISIS ORGANISME PENGANGGU TUMBUHAN SEBAGAI PENGHAMBAT BUDIDAYA APEL SoE
Budiman Adiputra Riwu Manu
NIM. 23/530008/PPN/05212
Apel SoE merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sampai dengan tahun 1980, sejak tahun tersebut hingga kini populasi pohon berkurang sangat drastis diduga akibat serangan hama dan penyakit serta faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan organisme pengganggu tumbuhan dan faktor lain sebagai penghambat revitalisasi budidaya apel SoE berdasarkan kondisi riil tanaman dan persepsi serta sikap petani apel terhadap berbagai faktor tersebut. Penelitian dilakukan dalam bulan Mei 2025 di lima kecamatan sentra apel SoE, Kabupaten TTS. Hama dan penyakit apel diamati langsung pada pertanaman SoE. Persepsi dan sikap petani terhadap permasalahan apel SoE dikaji melalui wawancara kuesioner terhadap 75 petani apel reponden berusia ?60 tahun yang dipilih dengan metode bola salju. Analisis deskriptif menggunakan indeks Likert dan regresi linear berganda diterapkan untuk interpretasi data persepsi dan sikap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghambat signifikan budidaya apel SoE adalah serangan hama dan penyakit serta keefektifan pengendaliannya yang rendah, praktik budidaya apel termasuk pengelolaan lahan belum optimal, keterbatasan air serta ketersediaan bibit berkualitas yang sangat terbatas. Hama yang ditemukan adalah ulat penggulung daun, kutu daun, kutu putih, Kutu Kapas (Icerya seychellarum) dan Penyakit yang ditemukan adalah embun tepung, bercak daun, dan hawar api. Persepsi dan sikap petani terhadap berbagai faktor kendala budidaya apel SoE tersebut tergolong sangat positif, dan secara signifikan dipengaruhi oleh pengalaman bertani dan oleh kerusakan tanaman yang parah. Persepsi dan sikap petani yang positif ini merupakan modal sosial penting untuk mendukung perbaikan teknis budidaya, penguatan sistem pembibitan, dan perumusan kebijakan revitalisasi budidaya apel SoE yang berkelanjutan.
Kata Kunci: apel, hama, penyakit, persepsi, sikap, SoE.
NTISARI
ANALISIS ORGANISME PENGANGGU TUMBUHAN SEBAGAI PENGHAMBAT BUDIDAYA APEL SoE
Budiman Adiputra Riwu Manu
NIM. 23/530008/PPN/05212
Apel SoE merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sampai dengan tahun 1980, sejak tahun tersebut hingga kini populasi pohon berkurang sangat drastis diduga akibat serangan hama dan penyakit serta faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan organisme pengganggu tumbuhan dan faktor lain sebagai penghambat revitalisasi budidaya apel SoE berdasarkan kondisi riil tanaman dan persepsi serta sikap petani apel terhadap berbagai faktor tersebut. Penelitian dilakukan dalam bulan Mei 2025 di lima kecamatan sentra apel SoE, Kabupaten TTS. Hama dan penyakit apel diamati langsung pada pertanaman SoE. Persepsi dan sikap petani terhadap permasalahan apel SoE dikaji melalui wawancara kuesioner terhadap 75 petani apel reponden berusia ?60 tahun yang dipilih dengan metode bola salju. Analisis deskriptif menggunakan indeks Likert dan regresi linear berganda diterapkan untuk interpretasi data persepsi dan sikap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghambat signifikan budidaya apel SoE adalah serangan hama dan penyakit serta keefektifan pengendaliannya yang rendah, praktik budidaya apel termasuk pengelolaan lahan belum optimal, keterbatasan air serta ketersediaan bibit berkualitas yang sangat terbatas. Hama yang ditemukan adalah ulat penggulung daun, kutu daun, kutu putih, Kutu Kapas (Icerya seychellarum) dan Penyakit yang ditemukan adalah embun tepung, bercak daun, dan hawar api. Persepsi dan sikap petani terhadap berbagai faktor kendala budidaya apel SoE tersebut tergolong sangat positif, dan secara signifikan dipengaruhi oleh pengalaman bertani dan oleh kerusakan tanaman yang parah. Persepsi dan sikap petani yang positif ini merupakan modal sosial penting untuk mendukung perbaikan teknis budidaya, penguatan sistem pembibitan, dan perumusan kebijakan revitalisasi budidaya apel SoE yang berkelanjutan.
Kata Kunci: apel, hama, penyakit, persepsi, sikap, SoE.
Kata Kunci : Apel, Hama, Penyakit, Persepsi, Sikap, SoE