Laporkan Masalah

Lembaga pembiayaan kredit sepeda motor Yamaha di Samarinda dalam rangka mendukung roda perekonomian di Samarinda dilihat dari hukum perjanjian

ZULFAKAR, Aji Syukrin Reda, Prof.Dr. Nindyo Pramono, SH.,MS

2005 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum Bisnis)

Tesis dengan judul Lembaga Pembiayaan Kredit Sepeda Motor Yamaha di Samarinda dalam Rangka Mendukung Roda Perekonomian di Samarinda Dilihat dari Hukum Perjanjian ini merupakan penelitian hukum yang bersifat yuridis normatif. Adapun tujuan dari penelitian adalah: 1) Mengetahui bentuk hubungan hukum antara konsumen sepeda motor merk Yamaha dengan lembaga pembiayaan kredit kendaraan roda dua di Samarinda; 2) Mengetahui upaya hukum yang harus dilakukan bila salah satu pihak melakukan wanprestasi; dan 3) Mengetahui upaya hukum yang harus dilakukan bila salah satu pihak melakukan wanprestasi. Analisa data dalam penelitian ini menganut model interaktif yang meliputi serangkaian tahapan kegiatan: yaitu: tahap pengumpulan data, tahap verifikasi data/pengolahan data, tahap analisa data, dan tahap penyajian data. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Semakin kecil uang muka yang disampaikan, maka semakin besar angsuran yang akan dibayar. Demikian pula semakin lama masa angsuran, maka akan semakin besar pula total pembayaran yang dilakukan; 2) Pembayaran angsuran tidak dilakukan secara langsung oleh pembeli kepada pihak Dealer Yamaha, namun melalui PT. BAF sebagai penjamin; 3) Menyangkut kemungkinan terjadinya wanprestasi secara tegas diatur dalam Surat Perjanjian Pembiayaan Konsumen (Pasal 13), sedangkan akibat dari wanprestasi tersebut diatur dalam Surat Penyerahan Jaminan Secara Fiducia (Pasal 5); 4) Secara yuridis nampak bahwa baik pada Surat Perjanjian Pembiayaan Konsumen maupun Surat Penyerahan Jaminan Secara Fiducia lebih menguntungkan Pihak Pertama yaitu perusahaan pembiayaan dibandingkan Pihak Kedua (Pembeli). Hal ini nampak pada pasal-pasal yang mengatur masalah hak dan kewajiban, dan asuransi kepemilikan kendaraan

There are two aims be achieved in this research. Firstly , to know the form of the legal correlation between the consumer of Yamaha and the finance institution PT. BAF Samarinda. Soundly, to know the legal effort must be overcome if one of the parties to break – the promise. The analysis of the data in this research covers the series of steps: data collection, data verification, data process, data analysis and data performance. The results, of this research are: the smaller the down – payment the bigger of the credit, the credit payment is not paid directly to the dealer of the Yamaha motorcycle but it is through the PT. BAF as an finance payment, if there is any party to break the agreement arranged in the agreement clauses in the fiducial law. In this agreement the finance instance is more profitable than the consumer. The right and duty of the parties are written in the fiducia – agreement (Regulation Number 42, 1999 about Fiducia).

Kata Kunci : Hukum Dalam Bisnis,Lembaga Pembiayaan,Hukum Perjanjian, Finance, Credit, Fiducia, Consumer, Legal, Agreement


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.