Laporkan Masalah

Induksi Ketahanan Selada Hidroponik Terhadap Penyakit Busuk Akar (Pythium dissotocum) dengan Penyinaran Ultraviolet-B

Muhammad Garda Pancasona, Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D.; Dr. Suryanti, S.P., M.P.

2026 | Tesis | S2 Fitopatologi

Penyakit busuk akar yang disebabkan oleh Pythium dissotocum merupakan salah satu hambatan utama dalam budidaya selada hidroponik, namun potensi priming UV-B terhadap patogen ini belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh penyinaran UV-B secara terus menerus (continous) atau secara terputus (intermittent) terhadap keparahan penyakit busuk akar selada (P. dissotocum) pada sistem hidroponik, mengkaji pengaruh kombinasi durasi dan frekuensi penyinaran UV-B terhadap keparahan penyakit tersebut, serta mendeteksi pola ekspresi gen ketahanan selada yang diinduksi oleh penyinaran UV-B. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan tiga ulangan, dengan 7 dosis penyinaran UV-B, yaitu 3,62 kJ/m² (30 menit, satu kali), 7,24 kJ/m² (30 menit, dua kali; dan 60 menit, satu kali), 14,47 kJ/m² (60 menit, dua kali; dan 120 menit, satu kali), 21,71 kJ/m² (180 menit, satu kali), 28,94 kJ/m² (120 menit, dua kali), dan 43,42 kJ/m² (180 menit, dua kali). Ekspresi gen ketahanan (LOX-2, PAL, dan FLS) dimonitor pada perlakuan UV-B (2,01 W/m2) untuk menganalisis mekanisme pertahanan selada terhadap P. dissotocum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyinaran UV-B selama 120 menit sebanyak dua kali menurunkan keparahan penyakit dan nilai AUDPC, sekaligus meningkatkan nilai efektivitas pengendalian. Selain itu, penelitian ini menunjukkan adanya kemungkinan induksi ketahanan sistemik melalui peningkatan ekspresi gen LOX-2, PAL, dan FLS pada berbagai waktu inokulasi. Penyinaran UV-B secara intermiten menyebabkan peningkatan yang berkelanjutan pada ekspresi gen terkait flavonol, khususnya FLS, yang mengindikasikan peran potensial dari biosintesis flavonol pada tahap awal infeksi untuk meningkatkan ketahanan sistemik terhadap P. dissotocum. 

Root rot caused by Pythium dissotocum threatens hydroponic lettuce production, yet UV-B priming potential against this pathogen remains unexplored. This study aims to determine the differential effects of continuous and intermittent UV-B irradiation on the severity of root rot disease in lettuce (P. dissotocum) in a hydroponic system, to examine the effects of the combination of UV-B irradiation duration and frequency on the severity of this disease, and to detect the expression patterns of lettuce defense-related genes induced by UV-B irradiation. The method used was a completely randomized design (CRD) with a non-factorial and three replications, resulting in seven UV-B irradiation doses, namely 3.62 kJ/m² (30 minutes, once), 7.24 kJ/m² (30 minutes, twice; and 60 minutes, once), 14.47 kJ/m² (60 minutes, twice; and 120 minutes, once), 21.71 kJ/m² (180 minutes, once), 28.94 kJ/m² (120 minutes, twice), and 43.42 kJ/m² (180 minutes, twice). Expression of defense-related genes (LOX-2, PAL, and FLS) was monitored under UV-B treatments (2.01 W m?²) to analyze the defense mechanisms of lettuce against P. dissotocum. The result showed that 120 min of UV-B irradiation twice reduced both disease severity and AUDPC while enhancing control effectiveness value. Furthermore, the experiment demonstrated the possibility of the induction of systemic resistance through time-dependent upregulation of LOX-2, PAL, and FLS genes. Notably, intermittent exposure of UV-B led to the sustained elevation of flavonol-related gene expression, particularly FLS, suggesting a potential role of flavonol biosynthesis in early infection stage to enhance systemic resistance against P. dissotocum. 

Kata Kunci : defense priming, flavonol biosynthesis, hydroponic cultivation, induced resistance, lipoxygenase signaling

  1. S2-2026-529389-abstract.pdf  
  2. S2-2026-529389-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-529389-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-529389-title.pdf