Laporkan Masalah

Upaya perdamaian dalam penyelesaian perkara perdata diPengadilan Negeri Samarinda :: Studi kasus Putusan Pengadilan Negeri Samarinda No.25/Pdt.G/2004/PN. Smda

SUMINO, Prof.Dr. Nindyo Pramono, SH.,MS

2005 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Hukum Bisnis)

Tujuan penelitian tentang penyelesaian konflik melalui lembaga mediasi (Perdamaian) di Pengadilan Negeri khususnya di Pengadilan Negeri Samarinda adalah untuk mengetahui apakah pasal 130 HIR/154 Rbg telah dijalankan dengan baik dan juga untuk mencari tahu apa hambatan-hambatan dalam penerapannya dalam mencapai perdamaian, dan juga untuk mengetahui tentang proses perdamaian yang sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada. Metode penelitian pendekatannya adalah merupakan penelitian yuridis normative yaitu penelitian terhadap asas-asas hukum, kaidah hukum dan sistimatik hukum dengan mengkaji dan mengolah data penelitian dengan bertitik tolak pada aspek hukum secra normative. Oleh karena sebagai penelitian hukum normative, penelitian ini tidak bermaksud menguji hipotesis. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data-data sekunder dari bahan-bahan buku primer sekunder dan tertier pada penelitian kepustakaan ( Library research ) dan data-data primer sebagai pendukung data sekunder yang diperoleh dari penelitian lapangan. Penelitian lapangan dilakukan wawancara dengan hakim,panitera yang ditunjuk sebagai mediator, kuasa para pihak sebagai nara sumber dan mempelajari putusan perkara No. 25/Pdt.G/2004/PN Smda. Hasil penelitian menunjukkan lembaga mediasi telah diterapkan di Pengadilan Negeri Samarinda,namun belum sesuai dengan jiwa Pasal 130 HIR /154 Rbg jo. PERMA No 2 Tahun 2003 Karena ada beberapa faktor diantaranya dari Kuasa para pihak yang belum mendukung adanya lembaga mediasi. Dan pemberlakuan lembaga mediasi khususnya penunjukan Kuasa para pihak sebagai mediator adalah tidak bertentangan dengan peratuan yang berlaku.

The aim of this research of dispute resolution through mediation (amicable settlement) in district courts especially in Samarinda is to evaluate the implementation/execution on art 130 HIR/154 Rbg; whether it has properly run or not.it is also to discover any obstacles in implementing it in achieving amicable settlement; and to discover the negotiation process which is appropriate with the regulations existing. The research adopts a juridical normative approach, that is a research on legal principles/fundamentals, legal norms and legal systems, by examining both perfunctorily and processing datas, by using legal aspects normatively as a starting point. Thus, as a legal and normative research, this research is not to be hypothecally tested. The research is done by collecting secondary datas obtained from library research; and primary datas as supplementary to secondary ones which obtained from field research. Field research is done by interviewing judges, clerk of court whose appointed as mediator, solicitors (lawyers) as resource person, and by studying the verdict on Case No. 25/Pdt.G/2004/PN Smda. The outcome of the research shows that mediation has been implemented in Samarinda district court, although it is not yet in accordance to the spirit of art 130 HIR/154 Rbg jo. PERMA No. 2 Year 2003, due to several factors; that the parties’ counselor have not yet been supporting the mediation system. However the operation of mediation system, especially the appointment of solicitors as mediators by the parties is not contravene with the existing regulations.

Kata Kunci : Hukum Dalam Bisnis,Konflik dan Perdamaian,Pengadilan Negeri, Law suits, Solution, Negotiation, Mediation, Amicable Settlemet


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.