ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN PRESTASI KERJA PENGGERGAJIAN DI UD SARANA JATI WONOGIRI
RETNO SETYOWATI, Ir. Haryanto, M.Si
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANProduktivitas keija merupakan salah satu informasi yang penting untuk kegiatan perencanaan, pengawasan dan evaluasi. Selain itu produktivitas keija juga berfungsi nntuk penentuan atau perhitungan biaya serta penyusunan anggaran. Secara umum produktivitas keija adalah hasil keija dalam satuan tertentu (luas atau volume,dll) dari seorang pekeija atau satu regu kerja selama sehari (HOK) untuk selama 7 jam keija. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghitung produktivitas dan prestasi keija kegiatan penggergajian serta mengetahui besamya volume produksi untuk mencapai Break Even Point(BEP). Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang sistem pengupahan berdasarkan prestasi keija, dan membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan mengenai besamya volume kegiatan penggergajian untuk mencapai Break Even Point. Dalam analisis produktivitas kerja ini digunakan pendekatan pengukuran waktu keija/ time study. Metode pengukuran waktu kerja yang digunakan adalah metode Repetitiv Timing Method. Pada metode ini pencatatan waktu dilakukan pada masing-masing elemen kegiatan. Langkah-langkah dalam penentuan produktivitas keija antara lain pengamatan waktu keija rata-rata, penentuan tingkat keahlian pekeija (rating factor ), penentuan waktu normal, pengukuran allowance, penentuan waktu standar kerja, pengukuran hasil kerja dan perhitungan standar produktivitas keija. Perhitungan produktivitas keija juga dapat berfungsi untuk perhitungan biaya maupun penentuan besamya keuntungan yang diperoleh sehingga perusahaan dapat merencanakan jumlah produk yang dihasilkan agar tidak mengalami kerugian. Untuk itu maka diperlukan analisis Break Even Point. Dari hasil penelitian yang dilakukan di penggergajian kayu UD.Sarana Jati diketahui bahwa produktivitas dan prestasi kerja gergaji utama sebesar 0,75 m3/jam atau 4,17 m3/HOK sedangkan pada gergaji ulang sebesar 3,55 m3/jam atau 19,55 m3/HOK. BEP gergaji utama tercapai pada volume produksi 3,39 m3/HOK dan BEP gergaji ulang tercapai pada volume produksi 4,05 m3/HOK.
Kata Kunci : produktivitas, prestasi keija, penggergajian, Break Even Point.