Laporkan Masalah

Negara, Kuasa, dan Sepak Bola: Konstruksi Nasionalisme dalam Kebijakan Pemain Timnas Indonesia Periode 2023-2024

Dhestia Arrizqi Haryanto, Dr. Indah Surya Wardhani

2026 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Pemerintah pada 2023-2024 kembali mengaktifkan kebijakan naturalisasi pemain untuk memperkuat tim nasional sepak bola Indonesia. Berbeda dari kebijakan naturalisasi sebelumnya yang mengharuskan pemain untuk tinggal lima tahun berturut-turut di Indonesia, naturalisasi kali ini dipermudah dengan munculnya jalur pemain keturunan atau pemain diaspora. Kebijakan ini dipromosikan dengan cara reimajinasi narasi nasionalisme baru yang gencar disebarkan untuk meraih dukungan publik. Narasi nasionalisme menjadi penting dikaji sebab nasionalisme bukanlah konsep netral, namun sarat kepentingan politik dalam pembentukannya. Tulisan ini menjelaskan bagaimana nasionalisme direimajinasikan melalui sepak bola. Melalui kasus sepak bola, tulisan ini memaparkan bagaimana aktor formal seperti PSSI dan Ketua Umum Erick Thohir memanfaatkan media sosial untuk menggaungkan nasionalisme. Sepak bola sering dijadikan medium politik dan pembentukan identitas nasional. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Wacana Kritis (CDA) Fairclough untuk menelaah diskursus nasionalisme di dalam konten media sosial. Data dikumpulkan dari unggahan media sosial Instagram kedua aktor formal pada periode 2023-2024, respons publik dalam komentar, dan pemberitaan daring yang berkaitan dengan naturalisasi. Analisis dilakukan dengan tiga dimensi CDA, yaitu teks, praktik wacana, dan praktik sosial, untuk melihat relasi antara bahasa, kekuasaan, dan konteks sosial-politik. Untuk mendalami reimajinasi nasionalisme, penelitian ini menggabungkan kajian politik olahraga dengan analisis wacana kritis berbasis media sosial.

The government in 2023 and 2024 reactivated the naturalization policy of players to strengthen the Indonesian national football team. Unlike previous naturalization policies that required players to reside in Indonesia for five consecutive years, the current policy has been facilitated through the emergence of a lineage based pathway for players of Indonesian descent, often referred to as diaspora players. This policy has been promoted through the reimagination of a new narrative of nationalism that is widely disseminated to gain public support. The narrative of nationalism is important to examine because nationalism is not a neutral concept but one that is embedded with political interests in its construction. This study explains how nationalism is reimagined through football and demonstrates how formal actors such as PSSI and its chairman Erick Thohir utilize social media to amplify nationalist narratives. Football has often been used as a medium for political expression and the construction of national identity. This research employs Fairclough’s Critical Discourse Analysis to examine the discourse of nationalism in social media content. Data were collected from Instagram posts of these formal actors, public responses in the comment sections, and online news coverage related to the naturalization policy. The analysis explores the relationship between language, power, and the broader social and political context.

Kata Kunci : Sepak Bola, Nasionalisme, Politik, Wacana, Naturalisasi

  1. S1-2026-474990-abstract.pdf  
  2. S1-2026-474990-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-474990-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-474990-title.pdf