EFISIENSI FAKTOR - FAKTOR PRODUKSI PADA INDUSTRI PAPAN SAMBUNG / Laminating Board (Studi Kasus Pada CV. Rimba Karya Pratama Wood Working Industry, Tempuran , Magelang, Jawa Tengah )
Stephanus Harnadhi Danieyoko, Dr. Ir. Wahyu Andayani,M.S.
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANCV. Rimba Karya Pratama sebagai industri yang memproduksi papan sambung diduga masih memiliki tingkat efisiensi teknis dan ekonomi rendah. Rendahnya tingkat efisiensi tersebut antara lain disebabkan oleh: a) faktor tenaga kerja, b) faktor teknologi, dan c) mutu kayu sengon (Albania falcataria L. Fosberg ). Tujuan penelitian dalam studi ini untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis dan ekonomi pada industri papan sambung dengan menggunakan pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas. Data yang digunakan berupa data sekunder selama jangka waktu 5 tahun dari tahun 1997 sampai dengan 2001. Dari analisis kondisi riil perusahaan menghasilkan parameter sebagai berikut: a) Estimasi fungsi produksi Y = 2,6*1O'9 Xi0,iS6x2 j 9,222x22-7^oyx3-(Ui5x4-0’038X5'<’’OS9, b) Tingkat efisiensi industri berada pada kondisi Increasing return to scale dengan indeks efisiensi sebesar 1,557. Dari hasil analisis tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan faktor produksi bahan baku (Xi ) efisien, sedangkan faktor produksi yang lain yaitu tenaga kerja teknis (X2. i ), tenaga kerja nonteknis (X2.2), tenaga listrik (X3), suku cadang (X4), dan bahan perekat (X5) tidak efisien. Oleh sebab itu secara keseluruhan tingkat efisiensi industri papan sambung masih dalam keadaan rendah. Dengan kapasitas mesin 65% studi ini menyarankan beberapa hal sebagai berikut: a) penggunaan tenaga kerja teknis perlu ditambah 2,1% dari jumlah HOK \ yang ada sekarang atau menjadi sebesar 4.068 HOK, b) tenaga kerja nonteknis perlu dikurangi sebesar 0,75%, c) penggunaan tenaga listrik harus dikurangi 33,3% dari penggunaan tenaga listrik saat ini, dan d) penggunaan bahan perekat dapat diturunkan 9,4% atau mencapai tingkat penggunaan 1.730,39 kg/bulan.
CV. Rimba Karya Pratama as production laminating board assumed to have low technical and economic efficiency level. This is caused by: a) labor factor, b) technology factor, and c) quality of sengon’s wood { Albazia fatcataria L. Fosberg ). This study aimed to discover level of technical and economic efficiency in laminating board industry. The method used in this study is the production function from Cobb-Douglas. Secondary data for five years monthly data between 1997 to 2001 show these following parameters : a) estimation of production function Y = 2,6*10'9 X,°’286X2. V22X2.2 -7^%^'5X/038X5-°089, b) efficiency level is in Increasing return to scale condition with the index efficiency is 1,557. From this analysis can make some conclusion that fuel of industry (Xi) show efficient and the others like technical labor (X2. i ), staff labor (X2.2), electric power (X3), spare part (X4 ), and glue material (X5) are inefficient. Which industry work at 65% capacity, this study suggest that: a) technical labor should be added 2,1% from normally or at level 4.068 days of people work, b) staff labor should be reduced 0,75%, c) electric power should be reduced 33,3% from normally, and d) glue material must be reduced 9,4% or at level 1.730,39 kg/month.
Kata Kunci : papan sambung, efisien teknis, efisien ekonomi, indeks efisiensi