Peran suami dan istri dalam pengambilan keputusan rumah tangga (Kasus kelurahan Cilacap dan kelurahan Tegalreja kecamatan Cilacap Selatan kabupaten Cilacap)
Rita Dewi Setyaningrum, Abdur Rofi, S.Si., M.Si.
2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPemberdayaan gender bertujuan untuk meningkatkan kesetaraan gender. Pemberdayaan gender dapat dimulai di lingkungan domestik. Hal ini dapat dilihat dari peran suami dan istri dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran suami dan istri dalam pengambilan keputusan rumah tangga di daerah penelitian serta untuk mengetahui kekuatan hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi peran suami dan istri dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei, yaitu metode yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Penelitian ini mengambil dua kelurahan di wilayah Kecamatan Cilacap Selatan yang memiliki karakteristik fisik dan sosial ekonomi yang berbeda yaitu Kelurahan Cilacap dan Kelurahan Tegalreja. Responden yang dipilih untuk dijadikan kasus adalah pasangan suami dan istri, bekerja sebagai nelayan (Kelurahan Cilacap), bekerja sebagai non-nelayan (Kelurahan Tegalreja), dan mempunyai anak yang sudah bersekolah. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan tabel frekuensi, tabel silang, dan uji statistik Korelasi Product Moment Pearson serta didukung analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengambilan keputusan rumah tangga di Kelurahan Cilacap dilakukan oleh istri sendiri sedangkan di Kelurahan Tegalreja dilakukan secara bersama-sama tanpa dominasi. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis di lapangan menunjukkan faktor perdidikan suami dan pendidikan istri mempunyai hubungan positif dengan pengambilan keputusan rumah tangga. Selisih umur suami dengan istri mempunyai hubungan negatif dengan pengambilan keputusan rumah tangga. Ketiga faktor tersebut telah terbukti sebagai faktor yang mempengaruhi peran suami dan istri dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Kekayaan suami dan istri yang dibawa untuk berumah tangga, usia kawin pertama suami, usia kawin pertama istri, serta pendapatan rumah tangga tidak terbukti sebagai faktor yang mempengaruhi peran suami dan istri dalam pengambilan keputusan rumah tangga.
Gender empowerment to increase gender prosperity. Gender empowerment could be begun in domestic environment. The indicator can be viewed from the role of husband and wife on decision making process in every household matters. The research taken from two villages in Cilacap Selatan Sub-District, which are Cilacap Village and Tegalreja Village. These villages have different physical and socio economy characteristics. The research aimed to recite the role of husband and wife on decision making process and to understand the strength of correlation among dependent factors of marriage couple (husband and wife) on decision making process in household matters. The method used in the research was surveying research method, particularly took the sample from a population by using questionnaire as the instrument of collecting main data. The representative respondent chosen were marriage couples from both villages. The marriage couples from Cilacap Villages should work as fisherman, while the marriage couples from Tegalreja Villages should work as non-fisherman, the marriage couple from both villages should have children in the school age. The technique of analysis is quantitative research by using frequency table, cross table, product moment Pearson correlation test and qualitative analysis for supporting the description. The result of the research showed most of decision making process in Cilacap Villages was dominated by wife, whereas in Tegalreja Villages the decision making process was done by the marriage couple's role without dominancy. Based on hypothesis test, the output shown that educational background factor in marriage couple had positive correlation on decision making process in household matters. Couple properties, marriage age and household income had no correlation on decision making process in household.
Kata Kunci : peran, suami, istri, pengambilan keputusan, rumah tangga,role, husband, wife, decision making process, household