Laporkan Masalah

Kajian obyek-obyek wisata potensial di kabupaten Kulonprogo untuk mendukung pengembangan pariwisata daerah

Riska Syah Maretnowati, Drs. Soewadi Mulyowiyono, M.S.

2007 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Potensi pariwisata merupakan faktor penting dalam menyusun arahan pengembangan pariwisata suatu daerah. Daerah yang menjadi obyek penelitian adalah obyek-obyek wisata di Kabupaten Kulon Progo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi obyek-obyek wisata Kabupaten Kulon Progo, menentukan obyek wisata unggulan, mengetahui karakteristik dan pendapat wisatawan terhadap obyek wisata unggulan, menyusun alternatif arahan pengembangan kepariwisataan Kabupaten Kulon Progo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Data primer diperoleh melalui observasi langsung di lapangan, dan melalui wawancara terstruktur dengan kuisioner kepada 120 wisatawan. Selain itu dilakukan wawancara dengan masyarakat setempat dan key person seperti tokoh masyarakat. Data sekunder diperoleh dari dinas- dinas terkait. Penentuan potensi obyek wisata dilakukan dengan cara skoring yang kemudian diklasifikasikan. Tabel frekuensi, tabel frekuensi silang dan analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui pendapat wisatawan tentang obyek wisata unggulan yang dikunjungi, analisis SWOT untuk menentukan alternatif arahan pengembangan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa obyek-obyek wisata di Kabupaten Kulon Progo memiliki potensi yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristiknya. Perbedaan potensi tersebut menunjukkan bahwa obyek wisata Pantai Glagah, Pantai Trisik, Pantai Congot, Waduk Sermo, Pemandian Clereng, Goa Kiskendo, Sendangsono termasuk dalam potensi tinggi. Obyek-obyek wisata tersebut memiliki kondisi dan kualitas obyek yang baik, prasarana jalan menuju obyek sudah baik, tersedia angkutan umum menuju obyek, jarak dekat dengan Ibukota kabupaten, ketersediaan fasilitas pelengkap dan penunjang obyek yang sudah baik dan relatif lengkap dibandingkan dengan obyek- obyek wisata yang lain. Puncak Suroloyo, Makam Nyi Ageng Serang. Makam Girigondo, Desa Kerajinan Salamrejo termasuk dalam potensi sedang. Pantai Bugel, Gunung Kucir, Gunung Kelir, Pusat Penyelamatan Satwa Jogja, Goa Sriti, Goa Lanang Wedok, Klangon, Pantok, Bantar termasuk dalam potensi rendah. Sebagian besar wisatawan menyatakan bahwa obyek obyek wisata unggulan perlu untuk dikembangkan. Arahan untuk pengembangan wisata di obyek-obyek wisata unggulan adalah pembenahan dan penambahan sarana dan prasarana pariwisata, penambahan atraksi wisata, serta pemasaran dan promosi yang baik.

Tourism potency constitutes an important factor in the arrangement of tourism development guidance in a region, as well as those in Kulon Progo Regency in which the research is accomplished. There are some tourist objects of the region have been studied. The aim of the research is to discover the potencies of the tourist objects, to find out the leading tourist object, to recognize characteristics and opinion of tourist about the tourist objects visited, and to formulate a tourist development guidance in Kulon Progo Regency. The research used survey method. The primary data obtained throught a direct observation in field, and throught a structured interview with 120 tourist using questionery. There were also interviews with local community and key person such as public figures and policy makers. Secondary data were derived from technical institution. The tourism potency is defined by scoring for classification. Tourist opinion about tourism object is recognized by using cross frequently table and descriptive analysis, SWOT analysis to determine the development strategy. From the result of the research, it can be exposed that the tourism objects in Kulon Progo regency have variatif potencies. The tourism objects with high potencies are Glagah Beach, Trisik Beach, Congot Beach, Kiskendo Cave, Sendangsono, Sermo Dam, and Clereng Water Park. The tourism objects classified as having high potencies are those with higher value of quality of attractions, diversity of attractions, well managed condition, good accesibility, adequately supporting and complementing facility. The tourism objects with medium potencies are Top of Suroloyo, Nyi Ageng Serang Cemetery, Girigondo Cemetery, and Sentolo Craft Centre (Agel), whereas Bugel Beach, Gunung Kucir, Gunung Kelir, Centre of Jogja Fauna Preservation, Sriti Cave, Klangon, Pantok, and Bantar are tourism objects with low potencies. Based on the interviews, most of tourist interviewed stated that the tourist objects in Kulon Progo regency need to be developed. The development that must be carried out rehabilitation and enhancement of adequate tourism infra and suprastructures, intensify tourism atraction and good tourism marketing and promotion.

Kata Kunci : Obyek Wisata Potensial, Pengembangan Pariwisata,Tourism Objects Potencies, Tourism Development Guidance

  1. S1-2007-161069-abstract.pdf  
  2. S1-2007-161069-bibliogrpahy.pdf  
  3. S1-2007-161069-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2007-161069-title.pdf