Peternakan sapi perah rakyat di kecamatan Cangkringan kabaupaten Sleman (Kajian usaha kecil rakyat untuk pengembangan wilayah)
Renny Herliana, Drs. Risyanto, M.S.; Drs. H.B.S. Eko Prakoso, M.SP.
2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHUsaha peternakan sapi perah rakyat merupakan salah satu bidang usaha yang dikembangkan untuk mendukung peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan. Dengan demikian sejauh mana peran usaha peternakan sapi perah di daerah penelitian terhadap pengembangan wilayah perlu dikaji lebih mendalam. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui : (1) apakah terdapat perbedaan produktivitas susu (2) faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan usaha sapi perah rakyat, (3) besarnya sumbangan pendapatan dari usaha sapi perah rakyat terhadap total pendapatan rumah tangga, (4) mengkaji peranan usaha peternakan terhadap pengembangan wilayah pedesaan dari aspek fisik, sosial, ekonomi dan kelembagaan. Penelitian dilakukan di dua desa di Kecamatan Cangkringan, yaitu Desa Argomulyo dan Desa Glagaharjo. Pemilihan lokasi penelitian berdasarkan Stratified sample. Metode yang digunakan metode survai. Penentuan jumlah sampel responden berdasarkan metode Proporsional sample sebesar 32 responden di Desa Argomulyo dan 48 responden di Desa Glagaharjo. Analisis data menggunakan teknik regresi berganda dengan model Regression Stepwise, Independent T-test menggunakan komputer dengan software SPSS v.11. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan produktivitas usaha ternak sapi perah antara Desa Argomulyo dan Desa Glagaharjo, (2) a faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan usaha sapi perah di Desa Argomulyo dan Desa Glagaharjo adalah lama usaha. b. faktor yang paling berpengaruh secara nyata terhadap pendapatan usaha sapi perah di Desa Argomulyo adalah penerimaan penjualan susu, sedangkan faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan usaha sapi perah di Desa Glagaharjo adalah jumlah kepemilikan ternak, (3) pendapatan dari usaha sapi perah rakyat memberikan sumbangan yang relatif lebih besar daripada pendapatan dari luar usaha sapi perah rakyat terhadap total pendapatan rumah tangga petani selama satu tahun, yaitu sebesar 63,3% di Desa Argomulyo dan 72,1% di Desa Glagaharjo, (4) usaha peternakan sapi perah rakyat mempunyai peranan yang besar dalam pengembangan wilayah pedesaan ditinjau dari aspek fisik, sosial, ekonomi dan kelembagaan. Arahan kebijakan yang dapat diambil adalah mengoptimalkan pengembangan usaha peternakan sapi perah rakyat dengan bantuan permodalan dan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana usaha sapi perah, pelatihan dan penyuluhan bagi peternak tentang tata cara pengelolaan usaha sapi perah.
Activity of people milk cow husbandry is an activity field developed to support rural people's income improvement. Consequently, the role of such kind of activity in the research requires in depth investigation. Furthermore, this research was conducted in order to determine: (1) whether the differences among milk productions exist (2) any factors influencing the income of people milk cow husbandry, (3) income contribution from this activity for total household income, (4) to investigate the role of animal husbandry activity on the rural area development viewed from physical, social, economic and institutional aspects. This research was conducted in two villages of Cangkringan Subdistrict, i.e. Argomulyo Village and Glagaharjo Village. These locations were chosen based on stratified sample. Method that used is survey. Size of the respondent sample was determined based on proportional sampling of 32 respondents from Argomulyo Village and 48 respondents from Glagaharjo Village. Data analysis employs Multiple Regression technique by Stepwise Regression model, Independent T-test using SPSS v.11 software on computer. The results show that: (1) different productivities exist among milk cow husbandries in Argomulyo Village and Glagaharjo Village, (2) a. social economic factor significantly influencing the income of milk cow husbandry activity in Argomulyo Village and Glagaharjo Village was duration of the activity. b. the factor most influencing income of milk cow husbandries in Argomulyo Village was income from milk sale, while that in Glagahrejo Village was the number of cows owned, (3) income derived from people milk cow husbandry gives relatively higher contribution compared with that from outside husbandry towards annually total household's income of the farmer, i.e. 63.3% in Argomulyo Village and 72.1% in Glagaharjo Village, (4) people milk cow husbandry played an important role in developing the rural area viewed from physical, social, economic and institutional aspects. Policy direction taken from such a condition is optimizing the development of milk cow husbandry by providing more capital and improving facilities for it, training and extension for the farmer on milk cow husbandry management.
Kata Kunci : faktor usaha sapi perah, pendapatan, pengembangan wilayah,milk cow activity factors, household income, regional development