Laporkan Masalah

Analisis peta untuk evaluasi roduktivitas lahan sawah untuk tanaman padi kabupaten Dati II Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Rini Windarsih, Drs. Yusron Halim; Dra. Endang Saraswati

1995 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Tinggginya angka pertumbuhan penduduk yang ditemukan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia seringkali melahirkan berbagai permasalahan, diantaranya masalah tersedianya bahan pangan. Oleh sebab itu peningkatan produksi panen terutama padi menjadi amat penting bagi pelaksanaan pembangunan pada suatu daerah. Pada kenyataannya pembangunan Indonesia menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama. Untuk memudahkan evaluasi di sektor pertanian digunakan peta sebagai sumber informasinya. Tujuan yang hendak dicapai ada dua, yaitu pertama untuk menyajikan data dan informasi mengenai produktivitas lahan sawah tanaman padi dan faktor fisik yang berupa kesesuaian lahan sawah ketersediaan air irigasi, serta faktor non fisik yang meliputi tenaga kerja pertanian, penyebaran pupuk, ketersediaan alat-alat pertanian, luas lahan sawah garapan, dan varietas tanaman padi. Tujuan kedua adalah untuk mengetahui hubungan produktivitas lahan sawah dengan faktor-faktor yang diduga berpengaruh baik maupun non fisik seperti telah disebutkan di fisik atas. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut dipergunakan metode pengumpulan data sekunder yaitu mengambil data yang sudah tersedia di instansi pemerintah yang ada kaitannya dengan penelitian ini, sedangkan analisis setiap peta digunakan metode analisis peta baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan cara mengidentifikasi setiap peta yang dihasilkan dan kemudian membandingkan peta pokok (peta produktivitas lahan sawah) dengan peta fisik dan non fisik. Analisis kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis, yaitu dengan tehnik perbandingan peta menurut metode "Court" (1970). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum dari semua peta-peta yang dibuat, baik peta produktivitas lahan sawah, peta fisik, maupun peta non fisik dapat diketahui bahwa kelas I, II, dan III tersebar di Kabupaten Bantul bagian tengah yang membujur dari timurlaut-baratdaya, sedangkan kelas rendah terpusat di Kabupaten Bantul bagian tenggara dan baratlaut yang berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul dan Kulon Progo. Dari perbandingan antar peta terlihat bahwa kesesuaian lahan sawah mempunyai hubungan yang bervariasi dengan produkvitas lahan sawah, namun ada kecenderungan kesesuaian lahan sawah yang termasuk kelas sangat sesuai berada pada keadaan produktivitas lahan sawah yang tinggi pula. Secara garis besar daerah penelitian ini terdapat keadaan bahwa semakin tinggi produktivitas lahan sawah tidak diikuti ketersediaan air irigasi yang tinggi pula, dan semakin tinggi potensi pengembangan non fisik tidak diikuti dengan produktivitas lahan sawah yang tinggi pula. Dapat dijelaskan bahwa metode court untuk uji hipotesis penelitian ini bersifat lemah, alasan kemungkinan pertama dikarenakan jumlah data/variabel yang diteliti terlalu kecil, dan kemungkinan kedua unit pemetaan dengan unit administrasi tidak konsisten untuk analisis metode Court tersebut, akan lebih konsisten jika metode ini digunakan pada jenis peta isoplet.

-

Kata Kunci : Analisis peta,Evaluasi produktivitas lahan,tanaman padi

  1. S1-1995-03225-abstract.pdf  
  2. S1-1995-03225-bibliography.pdf  
  3. S1-1995-03225-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1995-03225-title.pdf