Laporkan Masalah

#ResetIndonesia: Kajian Konstelasi dan Kontestasi dalam Dinamika Intra-Gerakan di Media Sosial X

Nabila, Yulida Nuraini Santoso, S.I.P., M.Sc.

2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini mengkaji dinamika intra-gerakan dalam gerakan digital #ResetIndonesia yang berkembang di media sosial X pada periode Agustus-September 2025. Kajian ini berangkat dari kritik terhadap pendekatan dominan dalam studi gerakan sosial yang cenderung memandang gerakan sebagai entitas kolektif yang homogen dan terorganisasi secara tunggal. Sebaliknya, penelitian ini menegaskan bahwa gerakan sosial, khususnya dalam konteks ruang digital, terbentuk melalui interaksi berbagai aktor, kepentingan, serta narasi yang tidak selalu selaras, melainkan kerap berada dalam relasi kontestasi. Secara konseptual, penelitian ini menggunakan kerangka social non-movement dari Asef Bayat dan konsep politics of complaining dari Maciej Kowalewski untuk memahami bagaimana praktik mengeluh di ruang digital dapat berfungsi sebagai mekanisme awal artikulasi ketidakpuasan publik yang berpotensi berkembang menjadi mobilisasi politik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan Analisis Wacana Kritis terhadap diskursus yang berkembang di platform X, khususnya dalam interaksi antara warganet dan Social Media Political Influencers (SMPI). Analisis tersebut juga dilengkapi dengan pemanfaatan analisis sentimen dari Drone Emprit untuk memetakan dinamika percakapan publik yang mengiringi perkembangan gerakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ekspresi keluhan publik di media sosial membentuk spektrum narasi yang beragam, mulai dari artikulasi frustasi terhadap kondisi sosial-politik hingga tuntutan perubahan politik yang lebih luas. Selain itu, SMPI berperan sebagai aktor penting dalam memperluas visibilitas isu sekaligus mempengaruhi pembingkaian diskursus melalui mekanisme algoritmik dan dinamika engagement dalam ekosistem media sosial.

This study examines the intra-movement dynamics within the digital movement #ResetIndonesia, which developed on the social media platform X during August-September 2025. The analysis departs from a critique of dominant approaches in social movement studies that tend to conceptualize movements as homogeneous and singularly organized collective entities. In contrast, this research argues that social movements, particularly within digital spaces, are constituted through the interaction of diverse actors, interests, and narratives that do not always align but often exist in relations of contestation. Conceptually, this study employs Asef Bayat’s framework of social non-movement and Maciej Kowalewski’s concept of the politics of complaining to understand how practices of complaining in digital spaces can function as an initial mechanism for articulating public grievances that may develop into forms of political mobilization. The research adopts a qualitative approach using Critical Discourse Analysis to examine discourses that emerged on platform X, particularly the interactions between netizens and Social Media Political Influencers (SMPI). This analysis is complemented by sentiment analysis from Drone Emprit to map the dynamics of public conversations surrounding the movement. The findings indicate that expressions of public grievance on social media generate a diverse spectrum of narratives, ranging from articulations of frustration toward socio-political conditions to broader demands for political change. Furthermore, SMPI plays a significant role in amplifying issue visibility while simultaneously shaping the framing of discourse through algorithmic mechanisms and engagement dynamics within the social media ecosystem.

Kata Kunci : Gerakan Sosial, Reset Indonesia, Twitter, Digital Activism, Aktivisme Digital, Social non Movement,

  1. S1-2026-480914-abstract.pdf  
  2. S1-2026-480914-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-480914-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-480914-title.pdf