ANALISIS PENGARUH KINERJA ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE (ESG) TERHADAP MANAJEMEN LABA: PERAN MODERASI STRUKTUR KEPEMILIKAN
Dewi Refianingrum Muthmainnah, Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., CMA.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi
Studi ini meneliti pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap praktik manajemen laba serta mengeksplorasi peran moderasi struktur kepemilikan dalam konteks pasar negara berkembang, yaitu Indonesia. Menggunakan data panel perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2017–2024, penelitian ini mengukur manajemen laba melalui dua pendekatan, yaitu accrual earnings management (AEM) dan real earnings management (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG yang lebih tinggi berhubungan dengan tingkat manajemen laba berbasis akrual yang lebih rendah, sementara hubungan antara ESG dan manajemen laba riil tidak ditemukan signifikan. Lebih lanjut, temuan menunjukkan bahwa kepemilikan pemerintah secara signifikan memperkuat peran ESG dalam menekan praktik manajemen laba riil, sedangkan bentuk kepemilikan lainnya tidak menunjukkan efek moderasi yang berarti. Temuan ini menyoroti pentingnya struktur kepemilikan, khususnya kepemilikan pemerintah, sebagai mekanisme tata kelola internal yang dapat meningkatkan efektivitas implementasi ESG dalam memperbaiki kualitas laba. Studi ini berkontribusi pada literatur ESG dan manajemen laba dengan memberikan bukti empiris dari pasar berkembang dengan struktur kepemilikan yang terkonsentrasi serta dengan membedakan antara manajemen laba berbasis akrual dan aktivitas riil.
This study examines the effect of Environmental, Social, and Governance (ESG) performance on earnings management and investigates the moderating role of ownership structure in the context of an emerging market, namely Indonesia. Using panel data from manufacturing firms listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2017–2024 period, this study measures earnings management through two approaches: accrual earnings management (AEM) and real earnings management (REM). The results indicate that higher ESG performance is associated with lower levels of accrual-based earnings management, suggesting that firms with stronger sustainability commitments tend to exhibit higher financial reporting quality. However, the relationship between ESG performance and real earnings management is not statistically significant. Furthermore, the findings reveal that government ownership significantly strengthens the constraining effect of ESG performance on real earnings management, while other forms of ownership do not demonstrate a significant moderating effect. These results highlight the importance of ownership structure, particularly government ownership, as an internal governance mechanism that enhances the effectiveness of ESG practices in improving earnings quality. This study contributes to the ESG and earnings management literature by providing empirical evidence from an emerging market with concentrated ownership structures and by distinguishing between accrual-based and real earnings management.
Kata Kunci : ESG, Manajemen Laba, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Asing, Kepemilikan Pemerintah