Pemetaan Sensori Menggunakan Metode Flash Profile dan Check-All- That-Apply untuk Evaluasi Flavor Bumbu Dasar Putih pada Teknik Masak yang Berbeda
Rizal Dziki Rully, Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P.,M.Sc. ; Prof. Dr.Ir. Supriyadi, M.Sc.
2026 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi Pangan
Bumbu dasar putih merupakan komponen
penting dalam masakan tradisional Indonesia yang memberikan kontribusi
signifikan terhadap cita rasa berbagai hidangan. Penelitian ini bertujuan untuk
karakterisasi profil sensori bumbu dasar putih yang diolah menggunakan empat
teknik memasak, yaitu rebus, kukus, goreng, dan panggang, dengan menggunakan
dua metode rapid sensory: Flash
Profile (FP) dan Check-All-That-Apply (CATA). Sebanyak 40 panelis
tidak terlatih mengevaluasi sampel tempe berbumbu sebagai matriks model, dan
sebanyak 17 atribut sensori dihasilkan melalui Focus Group Discussion
(FGD). Data FP dianalisis menggunakan Generalized Procrustes Analysis
(GPA), sedangkan data CATA dianalisis menggunakan uji Cochran’s Q yang
dilanjutkan dengan Correspondence Analysis (CA). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa teknik memasak secara signifikan memengaruhi intensitas dan
keragaman atribut rasa. Pemetaan sensori dari FP menunjukkan bahwa dua dimensi
pertama menjelaskan 41,97?ri total variasi, yang membedakan sampel
berdasarkan atribut seperti sour, smoky,
bitter, sweet, mild, dan bland.
Sampel yang diolah dengan metode pemanggangan dan penggorengan dikaitkan dengan
atribut yang lebih intens, termasuk rasa roasted,
smoky, nutty, dan bitter, sedangkan metode perebusan dan pengukusan menghasilkan karakteristik
yang lebih fresh dan mild. Analisis CA dari data CATA
menjelaskan proporsi besar variasi sensori (F1 = 56,03%; F2 = 15,39%), di mana
sampel rebus dikaitkan dengan atribut sweet,
earthy, dan mild, sementara sampel panggang berkaitan dengan karakteristik pungen, roasted, bitter, dan astringent. Secara keseluruhan, FP
efektif dalam mengidentifikasi atribut pembeda antar sampel, sedangkan CATA
mampu menangkap persepsi panelis terhadap karakteristik rasa yang dominan.
White basic
seasoning is an important component of traditional Indonesian cuisine that
contributes significantly to the flavor of many dishes. This study aimed to
characterize the sensory profile of white basic seasoning prepared using four
cooking techniques boiling, steaming, frying, and roasting using two rapid
sensory methods: Flash Profile (FP) and Check-All-That-Apply (CATA). A total of
40 untrained panelists evaluated seasoned tempeh samples as model matrix, and
17 sensory attributes were generated through a Focus Group Discussion (FGD). FP
data were analyzed using Generalized Procrustes Analysis (GPA), while CATA data
were analyzed using Cochran’s Q test followed by Correspondence Analysis (CA).
The results showed that cooking techniques significantly influenced the intensity
and diversity of flavor attributes. Sensory mapping from FP indicated that the
first two dimensions explained 41.97% of the total variance, distinguishing
samples based on attributes such as sour, smoky, bitter, sweet, mild, and bland. Samples processed
by roasting and frying were associated with intense attributes including
roasted, smoky, nutty, and bitter, whereas boiling and steaming methods
produced fresher and milder characteristics. Similarly, CA of the CATA data
explained a large proportion of sensory variation (F1 = 56.03%; F2 = 15.39%),
where boiled samples were associated with sweet, earthy, and mild attributes,
while roasted samples were linked to pungent, roasted, bitter, and astringent
characteristics. Overall, FP effectively identified differentiating attributes
among samples, whereas CATA captured panelists’ perceptions of dominant flavor characteristics.
Kata Kunci : Bumbu dasar putih, teknik masak, Flash Profile (FP), Check-All-That-Apply (CATA), atribut sensori.