Pengaruh Perubahan ESG Rating terhadap Manajemen Laba berbasis Akrual pada Industri-Industri yang Berdampak Langsung terhadap Lingkungan di Indonesia Tahun 2020-2023
AHMAD TAHLIL, Fu’ad Rakhman., S.E., M.Sc., Ph.D., CA.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan
Abstrak
Tujuan: Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan ESG rating terhadap
manajemen laba berbasis akrual pada industri-industri yang berdampak langsung
terhadap lingkungan di Indonesia tahun 2020-2023
Metode Penelitian: Perubahan
ESG rating diukur dengan nilai absolut dari hasil selisih skor ESG saat
ini dan periode sebelumnya. Analisis dilakukan dengan regresi data panel fix
effect model. dengan variabel kontrol ukuran perusahaan, profitabilitas,
leverage dan pertumbuhan perusahaan.
Temuan: Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perubahan ESG rating berpengaruh signifikan negatif
terhadap manajemen laba berbasis akrual, serta kepemilikan manajerial
memperkuat hubungan antara perubahan ESG rating dan manajemen laba
berbasis akrual. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial yang
didominasi dengan alignment effect membuat efektivitas perubahan ESG rating
dalam menekan praktik manajemen laba menjadi lebih baik dibandingkan dengan
pengaruh perubahan ESG rating secara langsung.
Batasan: Batasan penelitian ini
meliputi rentang waktu yang mungkin belum cukup untuk menjawab fenomena yang
dibahas penelitian ini. Industri yang menjadi observasi penelitian tidak lebih
spesifik pada Perusahaan yang intensitas dampak lingkungannya lebih tinggi.
Keterbatasan data yang diperoleh akibat penelitian ini berfokus pada negara
berkembang yakni Indonesia. Selain itu, penelitian ini hanya bersumber dari
satu sumber data utama yang mengakibatkan hasil penelitian mengalami
keterbatasan dalam hal generalisasi.
Implikasi: Penelitian
ini memberikan implikasi praktis bagi para pemangku kepentingan, yaitu
mendorong manajemen dan dewan direksi untuk merancang kebijakan kepemilikan
manajerial serta insentif berbasis saham secara terukur, menganjurkan analis
dan investor untuk mengevaluasi kinerja ESG bersamaan dengan tata kelola
internal perusahaan, serta menekankan peran regulator dalam meningkatkan
transparansi kepemilikan manajerial. Selain itu, perusahaan diharapkan
memastikan keselarasan antara perbaikan ESG dan komitmen manajerial.
Orisinalitas: Penelitian ini berkontribusi dengan mengkaji pengaruh perubahan ESG rating terhadap praktik manajemen laba berbasis akrual serta mengidentifikasi peran kepemilikan manajerial sebagai faktor kondisional yang memengaruhi efektivitas hubungan tersebut pada perusahaan industri yang berdampak langsung terhadap lingkungan di Indonesia. Temuan penelitian ini mengisi kesenjangan dalam literatur dengan memberikan bukti empiris baru bahwa efektivitas mekanisme ESG dalam menekan perilaku oportunistik manajer tidak bersifat universal, melainkan bergantung pada dominasi efek alignment dalam struktur kepemilikan manajerial, sehingga memperkaya pemahaman mengenai interaksi antara mekanisme pengawasan eksternal dan tata kelola internal perusahaan.
Abstract
Objective:
This study aims to examine the effect of changes in ESG ratings on
accrual-based earnings management in environmentally sensitive industries in
Indonesia during the period 2020–2023.
Methodology:
Changes in ESG ratings were
measured using the absolute value of the difference between the current ESG
score and that of the previous period. The analysis employed panel data regression using a fixed-effects
model, with firm size, profitability, leverage, and firm growth included as
control variables.
Findings:
The results indicate that changes in ESG ratings have a significant
negative effect on accrual-based earnings management. In addition, managerial
ownership strengthens the relationship between ESG rating changes and
accrual-based earnings management. These findings suggest that when managerial
ownership is dominated by the alignment effect, the effectiveness of ESG rating
changes in constraining earnings management practices is stronger than the
direct effect of ESG rating changes alone.
Limitations:
This study is subject to several limitations. First, the observation period
may not be sufficiently long to fully capture the phenomenon under
investigation. Second, the sample does not specifically focus on firms with
higher levels of environmental impact intensity. Third, data limitations arise
from the focus on a developing country context, namely Indonesia. Finally, the
use of a single primary data source limits the generalizability of the
findings.
Implications:
This study offers practical implications for stakeholders by encouraging
management and boards of directors to design well-calibrated managerial
ownership policies and equity-based incentive schemes. It also advises analysts
and investors to evaluate ESG performance alongside firms’ internal governance
mechanisms and highlights the role of regulators in enhancing transparency
regarding managerial ownership. Furthermore, firms are expected to ensure
alignment between ESG improvements and managerial commitment.
Originality:
This study contributes to the literature by
examining the impact of ESG rating changes on accrual-based earnings management
and by identifying managerial ownership as a conditional factor influencing the
effectiveness of this relationship in environmentally sensitive industries in
Indonesia. The findings address a gap in the literature by providing new
empirical evidence that the effectiveness of ESG mechanisms in constraining
managerial opportunism is not universal but depends on the dominance of the
alignment effect within managerial ownership structures, thereby enriching the
understanding of the interaction between external monitoring mechanisms and
internal corporate governance.
Kata Kunci : Perubahan ESG Rating, Manajemen Laba berbasis Akrual, Kepemilikan Manajerial, Alignment Effect, Industri Berdampak Lingkungan