ANALISIS KO-PRODUKSI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA YOGYAKARTA
Fathiya Mumtaz, Dede Puji Setiono, S.Pd., MDP., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Administrasi Publik
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik ko-produksi dalam pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta yang muncul sebagai respons terhadap meningkatnya volume sampah serta keterbatasan kapasitas sistem pengelolaan sampah perkotaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada layanan pengelolaan sampah Pastiklola. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan open coding dan axial coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ko-produksi berkembang melalui tiga tahapan utama, yaitu co-design, co-analysis, dan co-creation. Pada tahap co-design, para pemangku kepentingan membangun pemahaman bersama mengenai permasalahan dan kebutuhan sistem pengelolaan sampah. Tahap co-analysis berfokus pada evaluasi kondisi sistem serta identifikasi hambatan yang ada. Pada tahap co-creation, masyarakat terlibat aktif dalam pemilahan, pengurangan, dan pengawasan pengelolaan sampah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ko-produksi mendorong redistribusi peran antaraktor dan memperkuat tata kelola pengelolaan sampah yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan.
This study aims to analyze co-production practices in waste management in Yogyakarta City as a response to the increasing volume of waste and the limited capacity of the urban waste management system. This research employs a qualitative approach with a case study design focusing on the Pastiklola waste management service. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and analyzed using thematic analysis through open coding and axial coding. The findings show that co-production practices develop through three main stages: co-design, co-analysis, and co-creation. In the initial stage, stakeholders build a shared understanding of waste management problems and system needs. The next stage focuses on evaluating existing conditions and identifying operational constraints. In the co-creation stage, communities actively participate in waste separation, reduction, and monitoring of waste management practices. The study finds that co-production encourages a redistribution of roles among actors and strengthens a more collaborative and sustainable waste governance system.
Kata Kunci : Ko-produksi, pengelolaan sampah, tata kelola kolaboratif, partisipasi masyarakat.