Identifikasi potensi pembangunan dan pengembangan di wilayah Cilacap bagian selatan
Rubiady, Drs. Risyanto, M.S.
2008 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPersoalan utama dalam upaya mewujudkan pembangunan yang adil dan merata adalah belum adanya pengenalan dan pengelolaan terhadap diferensiasi sumberdaya wilayah secara tepat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan 1) mengidentifikasi potensi wilayah desa, 2)mengetahui orientasi kegiatan ekonomi sektor pertanian, industri dan jasa, 3) mengetahui pola hubuangan antara potensi wilayah desa dengan basis pengembangan, 4) menentukan desa prioritas dan arahan pengembangan di Wilayah Cilacap Bagian Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis berbasis data sekunder (PODES). Cakupan daerah penelitian meliputi seluruh wilayah perdesaan di Cilacap Bagian Selatan (15 desa) dengan desa sebagai unit analisisnya. Teknis analisis yang digunakan adalah pemberian skor (scoring), klasifikasi, agregasi, skalogram, analisis LQ (Location Quotient) dan tabulasi silang (crosstab). Hasil penelitian menunjukkan Desa Tambakreja, Sidakaya, Tegalkamulyan, Sidanegara dan Desa Kebonmanis memiliki potensi tinggi, sedangkan Desa Kutawaru, Lomanis, Donan dan Tegalkamulyan potensi wilayahnya tergolong rendah. Sementara itu hasil analisis LQ menunjukkan sebagian besar desa-desa di Wilayah Cilacap Bagian Selatan memiliki kegiatan ekonomi di sektor pertanian, industri dan jasa yang bersifat basis pengembangan. Dari analisis hasil analisis crosstab diketahui desa-desa yang memiliki potensi wilayah tinggi umumnya tidak selalu memiliki kegiatan basis pengembangan yang tinggi pula, baik di sektor pertanian, industri maupun jasa. Desa-desa yang diprioritaskan sebagai pusat pengembangan kegiatan industri-jasa terletak di bagian selatan, sedangkan desa prioritas pengembangan kegiatan pertanian terletak di bagian utara.
The main problem in the effort of reaching a fair and equal development is the absence of a proper resources identification and management. This research is aimed at: 1) identifying the potency of rural area, 2) knowing the orientation of economic activities in agricultural, industrial, and service sector, 3) knowing the relationship patterns between the potentials of rural areas and their basis of development, 4) setting the priority and guidance development in southern Cilacap Region. This research used analytical-descriptive method based on secondary data (PODES). The scope area of this research is all the rural area in southern Cilacap region (15 villages) with the rural areas as the unit of analysis. The technique of analysis used in this research is by scoring, classifying, aggregation, scalogram, LQ (Location Quotient) analysis and cross tabulation. The research reveals that Tambakreja, Sidakaya, Tegalkamulyan, Sidanegara and Kebonmanis village have the highest potential. Kutawaru, Lomanis, Donan and Tegalkamulyan have the lower regional potential. The result of LQ analysis shows that most of the rural areas in southern Cilacap held their economic activities in agriculture, industry and service sector as their development basis. The result of cross tabulation analysis shows that villages which have a high regional potential are not always have a high development basis in agriculture, industry or service sector. Villages which have been the priority as development center of industrial and service activity are located in southern part and villages which have been the priority in agricultural development are located in the northern part of Cilacap region.
Kata Kunci : Pengembangan Wilayah,potensi wilayah