Strategi Keberlanjutan Pengelolaan Sertifikasi FSC-RFSS Pada Program Perhutanan Sosial (Studi Kasus : Koperasi Wana Manunggal Lestari, Gunungkidul)
Indah Suta Wijayanti, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan
Penelitian ini mengkaji proses operasional pada kemitraan sertifikasi
antara KWML dan KTH PS untuk mengidentifikasi kendala teknis serta beban biaya
kemitraan. Berdasarkan hasil analisis operasional dan evaluasi kemitraan
tersebut, penelitian ini merumuskan strategi keberlanjutan finansial bagi
pengelolaan sertifikasi FSC-RFSS. Metode penelitian menggunakan desain campuran
(mixed methods) sekuensial eksploratori. Tujuan 1 dan 2 menggunakan
metode kualitatif melalui studi kasus dengan teknik purposive sampling
yang melibatkan manajemen KWML, LSM pendamping, dan mitra KTH PS untuk
dianalisis secara deskriptif kualitatif. Tujuan 3 menggunakan metode
kuantitatif melalui survei dengan dua tahap kuesioner; tahap pertama (matriks
IFE dan EFE) melibatkan manajemen KWML (internal), LSM pendamping dan dinas
kehutanan (eksternal), serta KTH PS (mitra), sedangkan tahap kedua (kuesioner
QSPM) ditujukan kepada LSM pendamping dan akademisi untuk dianalisis secara
kuantitatif strategis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa KWML berhasil mengatasi hambatan standar global melalui transformasi tata kelola adaptif dan kolaborasi strategis bersama LSM Javlec, akademisi, serta donor (RA). Keberhasilan ini didukung oleh pola kemitraan Inti-Plasma yang memperkuat modal sosial melalui optimalisasi tim ICS di tingkat tapak. Namun, KWML belum mampu melewati hambatan finansial berupa tingginya biaya operasional dan audit, sehingga masih bergantung pada donor akibat panjangnya rangkaian kegiatan operasional sertifikasi. Sehingga, untuk mendukung keberlanjutan tersebut, dirumuskan strategi ke dalam tiga fase: fase stabilitas (jangka pendek) melalui standardisasi SOP adaptif (ST1; TAS 5,659) dan sinergi multipihak (WO1; TAS 5,584); fase peningkatan nilai (jangka menengah) melalui diversifikasi produk double income (SO2; TAS 5,848); serta fase kemandirian total (jangka panjang) melalui perluasan pasar global dan mekanisme pembiayaan mandiri (SO1; TAS 5,971).
This study examines the operational processes of the certification
partnership between KWML and KTH PS to identify technical constraints and the
financial burden of the partnership. Based on the results of the operational
analysis and evaluation of the partnership, this study formulates a financial
sustainability strategy for the management of FSC-RFSS certification. The
research method employs a sequential exploratory mixed-methods design.
Objectives 1 and 2 utilize qualitative methods through case studies with
purposive sampling, involving KWML management, supporting NGO, and KTH PS
partners, to be analyzed using descriptive qualitative methods. Objective 3
employs quantitative methods through a survey with a two-stage questionnaire;
the first stage (IFE and EFE matrices) involved KWML management (internal),
supporting NGOs and the forestry agency (external), as well as KTH PS
(partners), while the second stage (QSPM questionnaire) was directed at
supporting NGOs and academics for strategic quantitative analysis.
The research results indicate that KWML successfully overcame global standard barriers through adaptive governance transformation and strategic collaboration with the NGO Javlec, academics, and donors (RA). This success was supported by the Core-Plasma partnership model, which strengthened social capital through the optimization of ICS teams at the field level. However, KWML has not yet been able to overcome financial barriers in the form of high operational and audit costs, so it remains dependent on donors due to the lengthy sequence of operational activities.
Kata Kunci : FSC-RFSS, KWML, Perhutanan Sosial, Sertifikasi, Strategi Kemandirian, QSPM