Pengaruh perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian terhadap kondisi sosial ekonomi petani dikecamatan Banguntapan kabupaten Bantul selama kurun waktu 2000 - 2006
Ratna Kamalia, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.; Drs. Djarot Sadharto Widyatmoko, M.Sc.
2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPengaruh perkembangan Kota Yogyakarta yang semakin pesat menimbulkan fenomena yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini mengambil lokasi di Kecamatan Banguntapan yang termasuk kawasan pinggiran Kota Yogyakarta sehingga secara langsung maupun tidak langsung terpengaruh perkembangan Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui dan mengkaji persebaran perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian ; (2) mengetahui dan mengkaji kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum adanya perubahan penggunaan lahan ; (3) mengkaji faktor yang berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan pertanian mernjadi lahan non pertanian; (4) mengkaji pengaruh perubahan penggunaan lahan pertanian ke non pertanian terhadap kondisi sosial ekonomi rumah tangga petani; (5) mengkaji arahan kebijakan perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode pengumpulan data dengan sampling untuk responden pelaku perubahan penggunaan lahan. Wawancara mendalam dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan penggunaan lahan pertanian ke lahan non pertanain terhadap kondisi sosial ekonomi pelaku penggunaan lahan yaitu petani. Penjelasan secara deskriptif dilakukan berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan, kondisi fisik daerah penelitian, dan data yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan persebaran perubahan penggunaan lahan pertanian yang terjadi di Kecamatan Banguntapan cenderung berada di sekitar jalan besar. Bentuk penggunaan lahan terbesar untuk permukiman sebesar 876.720 m². Tahun 2000 kondisi ekonomi masyarakat Kecamatan Banguntapan lebih rendah dibandingkan dengan kondisi ekonomi masyarakat tahun 2005. Namun peran serta masyarakatnya dalam kerja bakti di lingkungannya sangat tinggi. Faktor yang paling berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan dari pertanian ke lahan non pertanian di Kecamatan Banguntapan tahun 2000 - 2005 berdasarkan hasil analisis berganda adalah penghasilan. Proses perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian menyebabkan tingkat penghasilan semakin tinggi, perubahan mata pencaharian ke non pertanian, semakin sempitnya luas kepemilikan dan penguasaan lahan, dan gejala gotong royong yang semakin melemah. Saran yang diberikan adalah bukan menghentikan proses perubahan penggunaan lahan namun menjaga supaya dapat berjalan sesuai rencana tata ruang dan dapat memberikan solusi bagi penerima dampak negatifnya serta memperhatikan lingkungan dalam proses berlangsungnya.
The influence of Yogyakarta city's fast growth is interesting phenomena to be learned. This research take is taking place in the Banguntapan district because include outskirt of Yogyakarta city so directly or non directly has been influenced by Yogyakarta's city development. The goals of this research are (1) to study the spread of agriculture land use change to non agriculture land use; (2) to study social economic condition of the people before land use change; (3) to study the influence factor of agriculture land use change to non agriculture land use; (4) to study the influence of agriculture land use change to non agriculture land use toward social economic condition of the farmer; (5) to study agriculture land use change policy. The method used in this research is the survey method, with descriptive analysis. The sample method is used for respondent's selection, indept interview methods also use to find out the influence of agriculture land use change to nonagriculture land use for social economic condition of the farmer. Descriptive explanation is done based on the actual phenomenon in the field, the physical condition of the research area, and qualitative data. Result of this research show the spread of agriculture land use in Banguntapan taking place in the near of big street. Housing land form (876,720 m²) is the biggest land form than the others. Banguntapan economic condition in 2000 lower than in 2005, after land use change. But the participation of the people in ‘gotong royong' is higher. The most influenced factor of land use change based on regression analys in Banguntapan during 2000 until 2005 is income. This land use process cause the higher income, occupation change, land owner and land authority change, and less of 'gotong-royong'. So the advice to reduce negative influence of land use change is not to stop the process of land use change but to maintain so this process can be appropriate to land use planning program and give solution to the victim also care to the environment.
Kata Kunci : penggunaan lahan, kondisi sosial ekonomi, petani,land use, social economic condition, farmer