SIFAT FISIS DAN MEKANIS KOMPOSIT KAOLIN/ALUMINA YANG DIBUAT BERDASARKAN SUHU SINTERING KAOLIN
Natsir Rosidi, Ir. Arief Darmawan
2008 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fraksi volume alumina terhadap komposit matriks kaolin. Diantaranya adalah densitas yang terjadi, kekerasan Vickers dan kekuatan bending, serta untuk mengetahui struktur mikro spesimen menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Penelitian dilakukan dengan bahan utama berupa serbuk kaolin (kaolin finest powder, Sigma-Aldrich Laborchemikallen, United Kingdom) dan serbuk aluminium oxide (Al2O3) 90 standardized produksi Merck Jerman dengan ukuran partikel 63 - 200µm. Campuran antara kaolin dengan alumina dengan fraksi volume 0, 5, 10, 15, 20 dan 25% disinter (pressureless sintering) pada suhu optimum 1450oC dengan penahanan selama 2 jam dan heating rate 5oC/menit, kemudian dilakukan pengujian densitas, kekerasan, kekuatan bending, dan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan fraksi volume alumina 0, 5, 10, 15, 20 dan 25% yang seharusnya memperbaiki sifat fisis dan mekanis, tetapi dalam manual prosesnya didapatkan peningkatan porositas masing – masing 1,77; 9,00; 13,61; 16,39; 21,50; dan 26,04%; penurunan bulk density masing masing sebesar 2,63; 2,49; 2,42; 2,39; 2,30 dan 2,21 gr/cm3; penurunan kekerasan Vickers masing masing 12293, 3683, 2908, 2343, 1442, dan 1218 MPa serta penurunan kekuatan Bending masing – masing 78; 33,63; 32,28; 30,86; 23,15 dan 22,54 MPa. Sedangkan hasil SEM memperlihatkan bahwa porous yang terbentuk adalah berupa bongkahan – bongkahan tidak teratur disekitar alumina.
-
Kata Kunci : KAOLIN/ALUMINA