Laporkan Masalah

Analisis produksi industri kerajinan sapu Studi kasus didesa Bojong kecamatan Mungkid kabupaten Magelang propinsi Jawa Tengah

Ratna Fitria Ningrum, Sri Rahayu Budiani, S.Si., M.Si.; Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si.

2007 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Desa Bojong juga dikenal sebagai desa kerajinan, khususnya kerajinan rumah tangga, karena banyaknya pengusaha kerajinan yang menekuni kegiatan tersebut, diantaranya industri kerajinan kemoceng, patung/relief, alat-alat rumah tangga tradisional. Namun demikian, dari berbagai industri tersebut, industri kerajinan sapu merupakan industri yang paling terkenal dan hanya satu-satunya di Desa Bojong. Seperti halnya industri kerajinan lainnya yang ada di perdesaan, pada kenyataannya Industri Kerajinan Sapu Desa Bojong masih tetap bertahan hingga saat ini, walaupun pada umumnya industri kerajinan di pedesaan masih bersifat tradisional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap nilai total produksi, luasnya jangkauan pemasaran, dan hubungan antara lama usaha dengan tingkat pendapatan. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan secara non random dengan menggunakan teknik puposive sampling. Pemilihan responden dilakukan secara sensus dengan mengambil keseluruhan populasi (pengusaha) yang masih aktif menjalankan usaha. Metode pengumpulan datanya dilakukan melalui dua cara yaitu: observasi dan wawancara terstruktur dengan menggunakan kuisioner yang telah dibuat sebelumnya, serta melakukan pencatatan data-data statistik penunjang yang diperoleh dari kantor, lembaga maupun instansi yang terkait. Teknik analisis yang digunakan adalah menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui besarnya pengaruh faktor produksi terhadap nilai total produksi; analisis deskriptif dengan menggunakan tabel frekuensi untuk mengetahui luas jangkauan pemasaran; dan analisis korelasi pearson untuk mengetahui keeratan hubungan antara lama usaha dengan tingkat pendapatan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa bahan baku merupakan faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap nilai total produksi sapu; daerah jangkauan pemasaran didominasi oleh tingkat lokal (Kota Magelang, Muntilan, Salaman, dan Sukorejo); dan hubungan antara lama usaha dengan tingkat pendidikan bernilai positif, ini berarti ada hubungan yang kuat antara keduanya, yaitu semakin lama usaha maka semakin tinggi pendapatan pengusaha

-

Kata Kunci : industri, pengusaha, faktor produksi

  1. S1-2007-161395-abstract.pdf  
  2. S1-2007-161395-bibliography.pdf  
  3. S1-2007-161395-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2007-161395-title.pdf