Laporkan Masalah

Pemanfaatan pekerja anak di Daerah Istimewa Yogyakarta (Analsis data susenas kor 2003)

Askariputri Hirlia Primasari, Prof. Drs. Kasto, M.A.; Umi Listyaningsih, S.Si., M.Si.

2007 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Permasalahan mengenai pekerja anak selalu menjadi permasalahan penting di seluruh dunia, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Meskipun Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah pusat pendidikan, namun masih ditemui adanya pekerja anak. Masuknya anak ke pasar kerja dapat berpengaruh pada kualitas hidup mereka di masa depan dan kualitas hidup generasi berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pemanfaatan pekerja anak serta hubungan antara kondisi sosial, ekonomi dan demografi rumah tangga dan jam kerja pekerja anak. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan tabulasi silang serta uji korelasi dari data Susenas 2003. Pemanfaatan pekerja anak secara berlebih dan rata-rata jam kerja yang tinggi banyak terjadi di Kabupaten Bantul, Sleman dan Yogyakarta di sektor jasa sebagai pekerja formal. Jam kerja pekerja anak memiliki hubungan negatif dengan tingkat pendidikan kepala rumah tangga, dan memiliki hubungan positif dengan jumlah anggota rumah tangga. Lebih lanjut, pemanfaatan pekerja anak secara berlebih lebih banyak terjadi pada rumah tangga miskin dan dekat dengan dengan garis kemiskinan. Jumlah jam kerja yang tinggi ini akan berakibat pada rendahnya tingkat partisipasi sekolah pekerja anak. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan pekerja anak secara berlebih cenderung terjadi pada rumah tangga dengan kepala rumah tangga berpendidikan rendah, jumlah anggota rumah tangga yang besar, dan kondisi ekonomi yang lemah. Pemanfaatan pekerja anak secara berlebih juga berakibat pada rendahnya partisipasi sekolah pekerja anak.

Child labor has always been an important issue throughout the world, including in Yogyakarta Special Region. Although Yogyakarta Special Region is known as one of education centre region, but there still found the incidence of child labor. This could impact on their qualitiy of life in the future and the next generation's quality of life. The aim of this study is to observe the pattern of the employment of child labor and the correlations between the household's socio-economic and demographic condition and the working hours of child labor. The technique of analysis adopted in this study is descriptive analysis from crosstabulation and correlation test of Susenas 2003. Overtime employment of child labor and long average working hours happens in Bantul, Sleman and Yogyakarta in services sector as formal workers. The working hours of child labor have negative correlation with the level of education of household head, and positively correlated to household size. Furthermore, the longer working hours of child labor happen more in the poor and close to poverty line household. This long working hours could impact on child labor's school enrolment. It can be concluded that overtime employment of child labor happens to household with lower-educated household head, larger size of household, and poor household. The overtime employment of child labor would also effect on the school enrolment of child labor.

Kata Kunci : pekerja anak, jam kerja, partisipasi sekolah, kemiskinan,child labor, working hours, school enrolment, poverty

  1. S1-2007-140474-abstract.pdf  
  2. S1-2007-140474-bibliography.pdf  
  3. S1-2007-140474-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2007-140474-title.pdf