Determinan urbanisasi di desa Ngllijo Kecamatan Jaten kabupaten Karanganyar
Wirid Winduro, Prof. Dr. R. Bintarto; Drs. St. M. Tohardi
1997 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANUrbanisasi merupakan gejala, peristiwa, dan proses yang komplek. Bentuk-bentuk transformasi dalam suatu wilayah sebagai gejala urbanisasi dalam suatu wilayah yang telah, sedang, dan terus berkembang juga komplek. Oleh karena itu, masalah-masalah yang ditimbulkan dari transformasi itu juga sangat komplek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji intensitas transformasi fisik, ekonomi dan sosial-budaya yang terjadi di suatu desa. Di samping itu ingin pula mengkaji distribusi keruangan masing-masing transformasi, mencari faktor-faktor yang berpengaruh terhadap intensitas transformasi dan menentukan determinan dari masing-masing transformasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kasus. Daerah penelitiannya dipilih Desa Ngringo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar, suatu desa di pinggiran Kota Surakarta. Transformasi fisik dikaji melalui analisis peta penggunaan lahan Desa Ngringo tahun 1991 dan 1997. Transformasi ekonomi dan sosial budaya dikaji melalui analisis data primer yang dikumpulkan dari respondan, sebanyak 148 kepala keluarga yang telah tinggal di Desa Ngringo sebelum tahun 1990. Analisis data dilakukan dengan tabel frekuensi, tabel silang dan analisis regresi ganda untuk menentukan determinan transformasinya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa di Desa Ngringo terjadi transformasi fisik sebesar 28,86%, transformasi ekonomi sebesar 16,89%, dan transformasi sosial budaya sebesar 51,70% Tranformasi fisik paling besar terjadi karena pengurangan lahan pertanian. Transformasi ekonomi paling besar terjadi karena pengurangan proporsi penduduk yang bekerja pada sektor pertanian. Transformasi Sosial-budaya paling besar terjadi karena penurunan proporsi penduduk yang dapat berpartisipasi dalam aktivitas sosial kemasyarakatan dalam bentuk tenaganya Dari distribusi keruangan, terjadi variasi intensitas tranformasi fisik, ekonomi dan sosial budaya yang mencolok antara satu wilayah dusun dengan wilayah dusun yang lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi variasi intensitas tranformasi fisik adalah kondisi fisik wilayah, kerawanan banjir, tingkat aksesibilitas dan harga lahan. Determinan transformasi fisik adalah aksesibilitas wilayah. Determinan transformasi ekonomi adalah karena besarnya proporsi peningkatan luas lahan untuk perdagangan dan jasa. Determinan transformasi sosial budaya adalah karena peningkatan proporsi penduduk yang bekerja pada sektor industri
-
Kata Kunci : Urbanisasi