Laporkan Masalah

Pengaruh usaha industri rumah tangga anyaman bambu terhadap kesempatan kerja dan tingkat pendapatan petani (kasus desa Muntuk kecamatan Dlingo kabupaten Bantul)

Rudhi Nurbiyanto, Drs. Soekadri; Drs. Agus Sutanto, M.Sc.

1994 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Keterbatasan sektor pertanian menyerap tenaga yang terus bertambah dan meningkatkan pendapatan, menyebabkan munculnya keragaman pekerjaan. Berbagai alternatip untuk mengurangi tingkat kemiskinan di pedesaan telah dilakukan, tetapi keberhasilannya masih perlu dikaji lebih jauh. Oleh karena itu penelitian ini dimaksudkan, untuk mengkaji usaha industri rumah tangga anyaman bambu di daerah penelitian sebagai suatu sektor industri yang mendukung dalan kegiatan ekonomi mereka. Penelitian dilaksanakan di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Tujuan penelitian pertama, untuk mengetahui sejauh mana usaha industri rumah tangga anyaman bambu yang berada di daerah penelitian mampu menciptakan kesempatan kerja. Kedua, untuk mengetahui seberapa besar sumbangan dari usaha industri rumah tangga anyaman bambu dibanding usaha pertanian. Ketiga, untuk mengetahui hubungan antara luas pemilikan lahan dengan pendapatan dari usaha industri anyaman bambu. Keempat, untuk mengetahui usaha-usaha pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap keberadaan industri di daerah tersebut. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan cara observasi dan wawancara, yaitu menggunakan kuesioner. Jenis data adalah data primer dan sekunder. Responden penelitian adalah petani yang sekaligus juga sebagai pengusaha industri yang jumlah seluruhnya 962 orang (11 dusun). Data diambil secara acak proporsional dengan jumlah 100 responden. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis tabel, korelasi product moment dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, usaha indutri rumah tangga anyaman bambu mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak (249 orang), dan makin banyak tenaga kerja digunakan dalam proses produksi, maka cenderung akan meningkatkan produksi. Usaha industri rumah tangga anyaman bambu merupakan sektor yang lebih dominan dibanding sektor pertanian sebagai penyumbang pendapatan total keluarga. Semakin besar modal digunakan dalam proses produksi, dapat meningkatkan pendapatan yang diperoleh. Responden yang memiliki lahan pertanian sempit, ternyata mendapat penghasilan dari usaha industri rumah tangga anyaman bambu lebih besar. Dengan usaha pembinaan dan penyuluhan yang semakin intensif dari pemerintah, akan mempengaruhi tingkat produksi.

-

Kata Kunci : Industri rumah tangga, Angkatan kerja, Industri anyaman bambu, kesempatan kerja, pendapatan petani

  1. S1-1994-3481-abstract.pdf  
  2. S1-1994-3481-bibliography.pdf  
  3. S1-1994-3481-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1994-3481-title.pdf