Laporkan Masalah

Analisis geomorfologi untuk perluasan permukiman kota di kecamatan Semarang Selatan kotamadya Semarang

Wahyudi Dwi Purnomo, Dr. Sutikno

1985 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Analisis geomorfologi dalam penelitian ini mempunyai dua tujuan. Tujuan pertama adalah mengadakan indentifikasi permasalahan lingkungan fisik yang berkaitan dengan lokasi permukiman, sedangkan tujuan kedua yaitu mengadakan penilaian medan untuk menentukan kelas kesesuaian satuan medan bagi peruntukan permukiman dalam rangka perluasan sarana fisik kota di Kecamatan Semarang Selatan. Kedua-dua tujuan dilaksanakan dengan tinjauan secara geomorfologi, yang memperhatikan aspek morfologi, morfogenesa, morfokronologi, morfoaransemen, dan litologi dari kenampakan medan. Penelitian dilakukan dengan metode interpretasi foto udara, pemetaan geomorfologi, morfometri, determinasi watak fisika dan kimia, serta kajian sejarah perkembangan. Penelitian meliputi studi pustaka dan data sekunder, pekerjaan lapangan, dana analisis laboratorium. Parameter-parameter yang dinilai adalah penjabaran dari variabel relief, proses geomorfologi, dan material penyusun. Variabel relief dijabarkan menjadi empat parameter, yaitu kemiringan lereng, besar sudut lereng, jumlah saluran, dan kedalaman saluran. Variabel proses geomorfologi dijabarkan menjadi parameter lama genangan akibat banjir, tingkat erosi, dan kenampakan gerakan massa; sedangkan variabel material penyusun dijabarkan menjadi lima parameter, yaitu tingkat kelapukan batu, kekuatan batu, ukuran butir batuan, daya dukung tanah, dan kondisi pengatusan permukaan. Dalam mengidentifikasi permasalahan lingkungan fisik yang berkaitan dengan permukiman, ditemukan dampak negatif ketidaksesuaian lokasi permukiman dengan kondisi medan. Dampak negatif tersebut berupa kerusakan-kerusakan dan kesulitan dalam teknis pembangunan permukiman, jaring-jaring jalan dan jembatan, saluran pembuangan limbah dan pengatusan, dan sistem penyediaan air minum. Dampak negatif tersebut menunjukkan adanya salingkait antara lokasi permukiman dengan kondisi medan. Dampak positif dijumpai bila lokasi permukiman sesuai dengan kondisi dan karakteristik medannya. Dampak positif tersebut berupa kemudahan dalam pembangunan, keawetan bangunan, dan kenyamanan bermukim. Penilaian kesesuaian medan untuk lokasi permukiman dilakukan dengan cara pengharkatan. Kelas kesesuaian ditentukan terbagi ke dalam lima kelas, dari Kelas I (sangat sesuai) hingga Kelas V (sangat tidak sesuai). Hasil penilaian menunjukkan, bahwa satuan dataran aluvial dan tanggul alam sangat sesuai untuk digunakan dan dikembangkan sebagai lokasi permukiman. Hasil akhir dari penelitian ini disajikan berupa peta satuan medan, peta kesesuaian medan untuk lokasi permukiman kota, dan uraian serta gambar untuk analisisnya. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu perencana pembangunan menentukan tindakan yang diperlukan dalam rang-ka perluasan permukiman di Kecamatan Semarang Selatan.

-

Kata Kunci : Analisis geomorfologi,permukiman kota

  1. S1-1986-2214-abstract.pdf  
  2. S1-1986-2214-bibliography.pdf  
  3. S1-1986-2214-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1986-2214-title.pdf