Laporkan Masalah

Efektivitas Kebijakan Penyelenggaraan Cadangan Pangan Sebagai Upaya Pemenuhan Ketahanan Pangan Masyarakat Pasca Bencana Di Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah

Rizky Aurell Fernanda, Prof. Dr. Ir. Endang Baliarti, SU., Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.

2026 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian bertujuan untuk mengkaji kebijakan penyelenggaraan cadangan pangan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat pasca bencana di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah tahun 2024. Salah satu gunung api paling aktif yang berbatasan dengan Kabupaten Magelang adalah Gunung Merapi. Gunung Merapi sampai saat ini masih terus menunjukkan aktivitasnya dan berpotensi sewaktu-waktu meletus dan menimbulkan bencana.  Contoh dampak yang ditimbulkan akibat letusan antara lain kerusakan lahan pertanian sehingga sangat menurunkan produksi pertanian dan peternakan. Oleh karena itu diperlukan cadangan pangan untuk mitigasi kalau terjadi bencana di waktu yang akan datang. Cadangan pangan perlu diatur dengan kebijakan yang tepat dan efektif.  Sumber data diperoleh dari berbagai literatur, data resmi pemerintah, jurnal ilmiah, dan laporan data statistik. Selain itu dilakukan wawancara dan fokus grup diskusi dengan dinas terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Magelang memiliki potensi sebagai daerah lumbung pangan yang dapat dijadikan cadangan saat diperlukan. Dari penelitian juga diperoleh bahwa Kabupaten Magelang sudah memiliki kebijakan terkait pengaturan penyelenggaraan cadangan pangan, yang diatur melalui Peraturan Daerah Kabupaten Magelang Nomor 9 Tahun 2024.  Namun dalam pelaksanaannya belum optimal. Disimpulkan perlu ada peninjauan terhadap realisasi dan implementasi dalam penyelenggaraan kebijakan cadangan pangan agar lebih efektif. Salah satu  rekomendasi  yang diusulkan yaitu koordinasi yang lebih baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bulog,  masyarakat dan mitra terkait. Direkomendasikan juga pemanfaatan teknologi dalam produksi pangan untuk optimalisasi potensi pangan. 

The research aims to study the policy of managing food reserves as an effort to meet the food needs of the community after a disaster in Magelang Regency, Central Java Province in 2024. One of the most active volcanoes bordering Magelang Regency is Mount Merapi, which continues to show activity and has the potential to erupt at any time, causing disasters. The impacts of eruptions include damage to agricultural land, severely reducing agricultural and livestock production. Therefore, food reserves are needed for mitigation in case of future disasters. Food reserves need to be regulated with appropriate and effective policies. Data sources are obtained from various literature, official government data, scientific journals, and statistical data reports. Additionally, interviews and focus group discussions with related agencies were conducted. The research results show that Magelang Regency has the potential as a food barn area that can be used as a reserve when needed. The study also finds that Magelang Regency already has policies related to the management of food reserves, regulated through Regional Regulation Number 9 of 2024. However, the implementation has not been optimal. It is concluded that there needs to be a review of the realization and implementation of food reserve policies for greater effectiveness. One recommendation is better coordination between the Central Government, Regional Governments, Bulog (logistics agency), society, and related partners. It is also recommended to utilize technology in food production to optimize food potential.

Kata Kunci : Bencana alam, kebijakan cadangan pangan, ketahanan pangan

  1. S2-2026-508188-abstract.pdf  
  2. S2-2026-508188-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-508188-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-508188-title.pdf