PENGGUNAAN FOTO UDARA PANKROMATIK HITAM PUTIH UNTUK MENGHITUNG INDEKS BAHAYA EROSI BAGIAN HUTAN GUNUNG SLAMET, KPH BANYUMAS TIMUR
SUCI RESPATI, Drs. Senawi, M.P.; Ir. Sri Astuti Soedjoko
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANFoto udara pankromatik hitam putih merupakan salah satu bentuk citra penginderaan jauh yang memiliki berbagai keunggulan, yaitu kesan rona obyek serupa dengan kesan mata yang memandang obyek aslinya karena kepekaan film saina dengan kepekaan mata manusia, resolusi spasialnya halus sehingga memungkinkan pengenalan obyek yang berukuran kecil, stabilitas dimensional tinggi, dan telah lama digunakan dalarn pembuatan peta untuk penggunaan di berbagai bidang. Salah satu penggunaan foro udara pankromatik hitam putih adalah sebagai sumber data utama untuk menghitung Indeks Bahaya Erosi (IBE) suatu kawasan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan foto udara pankromatik hitam putih dalam menyediakan informasi mengenai faktor kelerengan, topografi, jenis penggunaan lahan, dan bentuk percabangan sungai yang mempengaruhi IBE; menghitung IBE tertimbang kawasan hutan; dan menentukan prioritas rehabilitasi unit lahan dalam kawasan hutan berdasarkan nilai Indeks Bahaya Erosinya. Penelitian dilakukan pada Bagian Hutan Gunung Slamet, KPH Banyumas Timur. Interpretasi secara visual dilakukan pada foto udara untuk memperoleh informasi mengenai faktor kelerengan, topografi, jenis penggunaan lahan, dan bentuk percabangan sungai. Informasi ini digunakan dalam pembuatan peta-peta tematik. Perhitungan IBE dimulai dari perhitungan IBE unit lahan, bobot unit lahan, dan IBE tertimbang setiap unit lahan. IBE kawasan hutan merupakan penjumlahan dari IBE tertimbang seinua unit lahan. Prioritas rehabilitasi unit lahan dimulai dari unit lahan yang memiliki IBE paling besar dan seterusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketelitian penggunaan foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 20.000 dalam menyediakan informasi untuk menghitung IBE Bagian Hutan Gunung Slamet adalah 92,86 % untuk faktor kelerengan; 94,12 % untuk faktor topografi; 93,33 % untuk faktor jenis penggunaan lahan; dan 100 % untuk faktor bentuk percabangan sungai. Proses tumpang susun dari peta topografi dan peta jenis penggunaan lahan menghasilkan 28 unit lahan yang memiliki IBE berkisar antara 0,38-12. Nilai IBE tertimbang untuk Bagian Hutan Gunung Slamet sebesar 3,0736 yang artinya Bagian Hutan Gunung Slamet secara keseluruhan memiliki IBE kelas ringan. Urutan prioritas rehabilitasi lahan Bagian Hutan Gunung Slamet dimulai dari unit lahan berapa pemukiman pada topografi bergelombang dan terakhir pada unit lahan berupa hutan rapat pada topografi berombak.
The panchromatic (black and white) aerial photograph is one of remote sensing imagery which has many surplus, that are object tone impression is similar with eye impression that look at the real object because film sensitivity is same with human eye sensitivity, has soft spatial resolution so that it enable to recognize small object, high dimentional stability, and had been used in a long time in map production for application in all kinds of fields. One is as main information source to calculate possibility index of erosion of forest zone. This experiment were aimed to study panchromatic ( black and white) aerial photographs ability to supply informations about slope, topography, land use, and dissection which are influence possibility index of erosion; to calculate measured possibility index of erosion of forest zone; and to determine rehabilitation priority of land unit of forest zone based on the possibility index of erosion. The experiment was taken place in Bagian Hutan Gunung Slamet, KPH Banyumas Timur. Visual interpretation was done to aerial photographs to get informations about slope, topography, land use, and dissection factors. These informations are used to make thematic maps. The calculation was begun from calculation for possibility index of erosion of land unit, weight of land unit, and measured possibility index of erosion of land unit. The measured possibility index of erosion of forest zone is addiction from measured possibility index of erosion of land units. Rehabilitation pri ority of land units was begun from land unit which has the highest possibility index of erosion etc. The results of the experiment showed that level of accuracy for application of panchromatic (black and white) aerial photographs of 1:20.000 scales in supply informations to calculate possibility index of erosion Bagian Hutan Gunung Slamet are 92.86 % for slope factor; 94.12 % for topography factor; 93.33 % for land use factor; and 100 % for dissection factor. Overlay from topography map and land use map was produced 28 land units which have possibility index of erosion revolve between 0.38 - 12. Measured possibility index of erosion for Bagian Hutan Gunung Slamet was 3.0736 that mean Bagian Hutan Gunung Slamet for the whole have light class of possibility index of erosion. Squence of land rehabilitation priority of Bagian Hutan Gunung Slamet was begun from land unit in the form of settlement at undulating topography and the last at land unit in the form of dense forest at wave topography.
Kata Kunci : Foto Udara, PANKROMATIK HITAM PUTIH, Gunung Slamet