Bahaya erosi daerah aliran sungai kali Serang bagian hulu kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta
Wahyudi Joko Siswanto, Drs. Sunardi Joyosuharto
1984 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian bahaya erosi DAS Kali Serang bagian hulu Kabupaten Kulon Progo ini bertujuan untuk membagi daerah penelitian menjadi unit-unit Terrain, mengindentifikasi faktor bahaya erosi dan menentukan tingkat bahaya erosi pada masing-masing unit terrain. Metoda yang digunakan adalah interpretasi foto udara untuk menentukan unit terrain sebagai unit pemetaan yang berdasarkan pada relief, proses, litologi, tanah, situasi hidrologi, dan vegetasi (penggunaan lahan). Ada 28 unit pemetaan sebagai tempat pengambilan sampel tanah untuk menentukan erodibilitas tanah. Sedangkan faktor erosi yang lain ditentukan berdasarkan peta dan wawancara dengan penduduk. Besarnya erodibilitas tanah ditentukan berdasarkan pada nomogram faktor erodibilitas, lereng, vegetasi dan penggunaan lahan. Pada unit pegunungan plato berbatuan breksi andesit mempunyai tingkat bahaya erosi potensial yang sangat ringan ada 2,54%, ringan 3,07%, sedang 4,99%, berat 0,89%, dan sangat berat 30,96%. Sedangkan pada pegunungan masif berbatuan andesit yang ringan ada 0,80%, sedang 4,86%, berat ada 3,35% sangat berat ada 15,97%. Pada pegunungan monoklinal berbatuan batu gamping yang sangat ringan ada 1,76%, ringan 6,11%, sedang 5,39%, berat 1,52% dan sangat berat ada 8,74%. Pada dataran aluvial yang sangat ringan ada 2,37%, ringan 5,24%, sedang 1,44%. Sedangkan tingkat bahaya erosi aktual didapat bahwa pada unit pegunungan plato berbatuan breksi andesit yang ringan ada 5,61%, sedang 6,19%, berat 4,48%, sangat berat 26,21%. Pada pegunungan masif berbatuan andesit yang ringan ada 0,80%, sedang 7,43%, berat 0,34%, sangat berat 16,39%. Pada pegunungan monoklinal berbatuan batu gamping yang ringan ada 1,05%, sedang 7,66%, berat 4,99%, sangat berat 9,80%. Sedangkan dataran aluvial yang ringan ada 2,06%, sedang ada 6,99%.
-
Kata Kunci : Erosi,Daerah aliran sungai