Laporkan Masalah

Legitimasi Diskriminasi terhadap Pengungsi Rohingya di Detik.com: Analisis Wacana Historis Kritis

Cindy Andriani, Dr. Merry Andriani, S.S., M.L.C.S.

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Pemberitaan tentang pengungsi Rohingya di Indonesia memicu berbagai reaksi masyarakat, mulai dari keprihatinan hingga penolakan. Bahkan beberapa mahasiswa mengusir paksa pengungsi Rohingya dari tempat penampungan. Penolakan dan pengusiran tersebut merupakan bentuk diskriminasi terhadap pengungsi Rohingya. Namun, pemberitaan di media justru menunjukkan adanya legitimasi atas diskriminasi terhadap pengungsi Rohingya.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan narasi yang digunakan oleh detik.com dalam memaparkan diskriminasi yang dialami oleh pengungsi Rohingya; dan (2) memaparkan intertekstualitas dan interdiskursivitas yang membangun legitimasi diskriminasi terhadap pengungsi Rohingya. Data dalam penelitian ini berjumlah 861. Analisis dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan metode Discourse Historical Approach yang digagas oleh Ruth Wodak (2001).

Hasil penelitian menunjukkan terdapat 50 data tema, 790 data strategi diskursif, dan 21 data intertekstualitas dan interdiskursivitas. Selain itu, pengungsi Rohingya dinarasikan menggunakan strategi diskursif sebagai kelompok dengan presentasi citra negatif. Sementara itu, wacana diskriminasi terhadap pengungsi Rohingya berkaitan dengan wacana sejarah, wacana budaya, wacana kemanusiaan, wacana politik, wacana hukum, dan wacana ekonomi. Di antara wacana-wacana tersebut, wacana politik, wacana budaya, wacana hukum, dan wacana ekonomi melegitimasi diskriminasi terhadap pengungsi Rohingya. Intertekstualitas wacana diskriminasi terhadap pengungsi Rohingya bersinggungan dengan Perpres 2016 tentang Pengungsi Luar Negeri, Konvensi 1951, dan Protokol 1967. Legitimasi diskriminasi ini diwujudkan melalui intertekstualitas antara Konvensi 1951 dan Protokol 1967 dengan alasan bahwa Indonesia belum meratifikasi konvensi dan protokol tersebut, sehingga Indonesia tidak memiliki kewajiban untuk menerima pengungsi Rohingya. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dalam mengembangkan kajian analisis wacana kritis  untuk mengonstruksi identitas kelompok.

News coverage of Rohingya refugees in Indonesia has triggered a wide range of public reactions, from concern to rejection. However, media coverage actually shows the presence of legitimation of discrimination against Rohingya refugees.

This study aims to (1) explain the narrative used by detik.com to describe the discrimination experienced by Rohingya refugees; and (2) describe the interdiscursivity and the intertextuality that construct the legitimacy of discrimination against Rohingya refugees. Data collection used observation and note method. The data found in this study totaled 861. The analysis in this study is conducted using the Discourse Historical Approach by Ruth Wodak (2001).

The research result show 50 themes, 790 discursive strategies, and 21 intertextuality and interdiscursivity. Furthermore, Rohingya refugees are narrated through discursive strategies as a group with negative presentation. Meanwhile, the discourse of discrimination against Rohingya refugees is related to historical discourse, cultural discourse, humanitarian discourse, political discourse, legal discourse, and economic discourse. Among these discourse, political, cultural, legal, and economic discourses legitimize discrimination against Rohingya refugees. The intertextuality of discriminatory discourse intersects with Indonesia’s 2016 Presidential Regulation on the Handling of Foreign Refugees, the 1951 Refugees Convention, and the 1967 Protocol. The legitimation of this discrimination is realized through intertextual reference to the 1951 Refugees Convention and the 1967 Protocol, based on the argument that Indonesia has not ratified these instruments and therefore is considered as having no obligation to accept Rohingya refugee. This research contributes theoretically in developing critical discourse analysis studies to construct group identity.

Kata Kunci : analisis wacana kritis, diskriminasi, interdiskursivitas dan intertekstualitas, pengungsi rohingya, strategi diskursif/critical discourse analysis, discrimination, interdiscursivity and intertextuality, Rohingya refugees, discursive strategies

  1. S2-2026-524728-abstract.pdf  
  2. S2-2026-524728-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-524728-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-524728-title.pdf